Ambon,iNewsUtama.com--Komando Daerah Angkatan Laut IX (Kodaeral IX) menggelar upacara peringatan Hari Dharma Samudera Tahun 2026 sebagai momentum mengenang sekaligus mewarisi semangat heroik Pertempuran Laut Aru 1962, salah satu tonggak pengorbanan terbesar prajurit TNI Angkatan Laut dalam mempertahankan kedaulatan bangsa.
Upacara yang dirangkaikan dengan tabur bunga di laut itu digelar di Geladak Heli KRI Kerapu-812, Dermaga Irian, Markas Kodaeral IX, Kota Ambon, Kamis (15/1/2026).
Komandan Kodaeral IX Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H. memimpin langsung jalannya upacara, sebagai simbol penghormatan institusional atas jasa para pahlawan laut yang gugur di medan juang.
Hari Dharma Samudera diperingati setiap tahun untuk mengenang Pertempuran Laut Aru yang terjadi pada 15 Januari 1962, peristiwa heroik yang menandai keberanian luar biasa prajurit matra laut menghadapi kekuatan musuh demi integrasi wilayah NKRI. Peristiwa ini sekaligus menjadi refleksi atas harga mahal yang dibayar demi kedaulatan maritim Indonesia.
Tahun ini, peringatan Hari Dharma Samudera mengusung tema “Kobarkan Semangat Pertempuran Prajurit Jalasena yang Tangguh, Profesional, dan Modern”, menegaskan tekad TNI AL untuk terus bertransformasi tanpa meninggalkan akar sejarah perjuangan.
Upacara berlangsung khidmat dengan susunan pasukan yang tersebar di sejumlah KRI Satrol Kodaeral IX yang sandar di Dermaga Irian. KRI Kerapu-812 diisi Pejabat Utama (PJU), Kasatker dan Jalasenastri, KRI Gulamah-869 oleh Ton Pamen, KRI Hampala-880 oleh Ton Tamtama, KRI Posepa-870 oleh Ton PNS, serta KRI Madidihang-855 oleh Ton Satsik. Sementara Ton Bintara dan Ton Yonmarhanlan IX berada di area dermaga.
Rangkaian upacara diawali dengan pembacaan sejarah singkat Pertempuran Laut Aru, dilanjutkan mengheningkan cipta, dan puncaknya pelarungan bunga ke laut oleh Dankodaeral IX, diikuti para PJU, pengurus Jalasenastri, serta seluruh Kasatker Kodaeral IX.
Dalam amanatnya, Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas menegaskan bahwa peringatan Hari Dharma Samudera tidak boleh berhenti pada seremoni semata, melainkan harus menjadi energi moral bagi prajurit dalam menghadapi tantangan tugas ke depan.
“Momentum ini harus membangkitkan kembali tekad dan semangat juang prajurit agar tetap tegar, profesional, dan pantang menyerah dalam menjaga kedaulatan laut Nusantara,” tegasnya.
Ia juga berharap nilai-nilai perjuangan, patriotisme, dan kepahlawanan yang diwariskan para pendahulu mampu diaplikasikan secara nyata dalam setiap pelaksanaan tugas.
“Seluruh prajurit diharapkan mampu mengimplementasikan teladan dan nilai juang para pahlawan laut dalam pengabdian kepada bangsa dan negara,” pungkasnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Komandan Kodaeral IX Laksamana Pertama TNI Dr. Muhammad Risahdi, Ketua Daerah Gabungan Jalasenastri Kodaeral IX Ny. Inca Hanarko Djodi Pamungkas beserta jajaran pengurus, para Pejabat Utama, serta seluruh Kepala Satuan Kerja Kodaeral IX.
(Dispen Kodaeral IX)

.jpeg)
.jpeg)
