Notification

×

Iklan



Iklan



Imbas Cuaca Ekstrem, Jembatan Penghubung di Kian Darat Putus

Sabtu, 16 Agustus 2025 | Agustus 16, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-08-16T11:26:12Z

 

Jembatan penghubung di Kecamatan Kian Darat, Kabupaten Seram Bagian Timur, putus akibat curah hujan tinggi dan abrasi sungai, Sabtu (16/8/2025).


SBT, iNewsUtama.comHujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur Pulau Seram, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), mengakibatkan jembatan penghubung di Kecamatan Kian Darat putus. Peristiwa ini terjadi akibat curah hujan lebat dan abrasi air sungai yang mengikis tanah di sekitar pondasi jembatan.

Informasi yang dihimpun, putusnya jembatan di perbatasan antara dua desa tersebut berawal saat hujan deras mengguyur sejak Jumat malam (15/8/2025) hingga Sabtu siang. Debit air sungai meningkat hingga meluap dan menghantam bantaran sungai, menyebabkan tanah tergerus hingga akhirnya ujung jembatan amblas.

Salah satu warga Desa Salogor Kota, Ahmad Rumalean, mengatakan peristiwa ini terjadi sekitar pukul 02.00 WIT. “Air sungai meluap akibat hujan deras beberapa hari terakhir. Di sini memang hampir tiap malam sampai pagi hujan deras, sehingga membuat jembatan itu amblas dan putus,” ungkap Ahmad kepada wartawan,iNews Utama.Sabtu (16/8/2025).

Ahmad juga mengingatkan warga agar lebih berhati-hati saat melintasi jalur tersebut. “Sekarang ini musim hujan, banjir sering kuat, jadi masyarakat harus waspada,” tambahnya.

Sementara itu, Kasatker Wilayah II BPJN Maluku, Toce Leuwol, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp membenarkan kondisi tersebut. Ia menyebut tim BPJN bersama alat berat sudah dikerahkan menuju lokasi untuk membangun jembatan darurat.

“Saat ini hampir di seluruh wilayah Maluku diguyur hujan dengan cuaca ekstrem. Namun kami tetap berupaya melakukan yang terbaik bagi masyarakat karena ini akses vital yang harus diprioritaskan,” tegas Toce.

Menurutnya, jalur ini bukan hanya digunakan masyarakat sekitar, tetapi juga menjadi akses utama bagi petani dari desa tetangga yang membawa hasil perkebunan. “Kami sudah berkoordinasi agar secepatnya dilakukan perbaikan. Ini menyangkut kepentingan banyak orang,” tutupnya.

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update