Ambon,iNewsUtama.com--Sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Maluku memberikan apresiasi terhadap langkah Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku dalam mendorong pembangunan infrastruktur sumber daya air, khususnya jaringan irigasi dan penyediaan air bersih di sejumlah wilayah di Provinsi Maluku.
Ketua LSM Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan (AMPEL) Maluku, Kuba Boinauw, mengatakan pembangunan infrastruktur tersebut memiliki dampak langsung terhadap kebutuhan masyarakat, terutama para petani yang membutuhkan ketersediaan air untuk menunjang produktivitas pertanian.
Selain itu, menurut Kuba, pembangunan sarana air bersih juga menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap sumber air layak.
“Pembangunan infrastruktur tersebut sangat penting karena berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat, terutama petani dan warga yang masih mengalami keterbatasan akses terhadap air bersih,” ujar Kuba.
Ia menilai keberadaan jaringan irigasi yang dibangun maupun ditingkatkan oleh BWS Maluku menjadi bagian penting dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah.
Menurutnya, ketersediaan jaringan irigasi yang memadai dapat membantu petani memperoleh pasokan air secara lebih teratur sehingga aktivitas pertanian dapat berjalan dengan baik.
Di sisi lain, perhatian terhadap penyediaan air bersih juga dinilai strategis, khususnya bagi masyarakat di wilayah yang mengalami kekeringan atau masih minim infrastruktur sumber daya air.
Sementara itu, Ketua LSM Pergerakan Mahasiswa Kabupaten Buru (PMKB), Hendra Lapandewa, berharap berbagai program pembangunan infrastruktur tersebut terus dikawal dan dilaksanakan secara transparan, tepat sasaran, serta mengutamakan kualitas pekerjaan.
Hendra mengatakan pengawasan dan keterbukaan penting agar pembangunan yang menggunakan anggaran negara benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan dapat bertahan dalam jangka panjang.
Ia juga mendorong BWS Maluku untuk terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah serta masyarakat dalam menentukan kebutuhan prioritas pembangunan infrastruktur sumber daya air.
“Pembangunan infrastruktur irigasi dan air bersih harus benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami mengapresiasi setiap langkah yang berorientasi pada kepentingan publik dan berharap program seperti ini terus dilanjutkan,” ujar Hendra.
Apresiasi dari kedua LSM tersebut sekaligus menjadi dorongan agar BWS Maluku semakin konsisten menghadirkan pembangunan infrastruktur sumber daya air yang berkualitas, merata, transparan, dan berkelanjutan di berbagai wilayah Maluku.

