Ambon,iNewsUtama.com - Pemerataan akses pendidikan di wilayah kepulauan Maluku masih menjadi tantangan, terutama akibat kondisi geografis dan disparitas mutu pembelajaran. Di tengah kondisi tersebut, kehadiran lembaga pendidikan non-pemerintah dinilai memiliki peran strategis dalam memperluas akses sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia.
Salah satunya melalui ekspansi pendidikan yang dilakukan Yayasan Watahima, dengan membangun tiga unit pendidikan yang tersebar di kawasan perkotaan hingga wilayah pelosok Maluku.
Sebaran tiga unit pendidikan Yayasan Watahima menunjukkan strategi pengembangan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada jumlah lembaga, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan masyarakat berdasarkan wilayah.
Di kawasan Stain, Jalan Tarmizi Taher, hadir TPQ Zakariah yang menjadi bagian dari pendidikan non-formal. Lembaga ini berperan dalam memperkuat literasi Al-Qur'an sekaligus membangun karakter dan nilai moral keagamaan sejak tingkat akar rumput.
Sementara itu, di Kecamatan Telutih, Kabupaten Maluku Tengah, Yayasan Watahima menghadirkan SMK Waliwa Laimu.
yang jauh dari pusat perkotaan dinilai menjadi langkah penting dalam memperluas akses pendidikan menengah sekaligus memberikan keterampilan vokasi kepada generasi muda sesuai potensi daerah.
Selain itu, Yayasan Watahima juga membuka pendaftaran TK-PAUD AMASHYA atau Ammarullah Asyifa, yang berlokasi di Desa Batu Merah, Jalan Tarmizi Taher, Kota Ambon.
Pendidikan anak usia dini berbasis Islam ini diarahkan tidak hanya pada pengembangan kemampuan kognitif anak, tetapi juga pada penanaman nilai-nilai keagamaan sejak usia dini.
keberadaan TPQ Zakariah, TK-PAUD AMASHYA, hingga SMK Waliwa Laimu memperlihatkan upaya membangun ekosistem pendidikan yang berkesinambungan.
Mulai dari pendidikan anak usia dini, pendidikan karakter berbasis masyarakat, hingga pendidikan vokasi yang berorientasi pada keterampilan dan kesiapan kerja.
Namun, ekspansi pendidikan tersebut juga harus diikuti dengan konsistensi peningkatan mutu. Ketersediaan tenaga pendidik yang kompeten, kualitas kurikulum, serta sarana dan prasarana menjadi faktor penting agar perluasan akses pendidikan berjalan seimbang dengan peningkatan kualitas.
Pemerintah Provinsi Maluku dan Pemerintah Kota Ambon juga diharapkan dapat melihat lembaga pendidikan swasta dan sosial sebagai mitra strategis dalam membangun sumber daya manusia.
Dari pusat kota hingga pelosok daerah, pemerataan pendidikan menjadi tanggung jawab bersama. Dan ekspansi Yayasan Watahima dari Stain, Batu Merah hingga Telutih menunjukkan bahwa pembangunan manusia Maluku membutuhkan akses pendidikan yang hadir di berbagai ruang dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

