Notification

×

Iklan



Iklan



Rizki Derlen Soroti Tambang Liar di Gunung Botak, Desak Pangdam XV/Pattimura Buka-bukaan

Sabtu, 29 Agustus 2026 | Agustus 29, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-30T00:15:06Z

AMBON, iNEWSUTAMA.COM — Ketua Gerakan Sahabat Komandan (DPD Gasmen Maluku), Rizki Derlen, menyoroti masih adanya aktivitas penambangan yang diduga ilegal di kawasan Gunung Botak, Kabupaten Buru, Maluku.

Rizki mendesak Pangdam XV/Pattimura memberikan penjelasan secara terbuka terkait masih ditemukannya aktivitas pertambangan liar di kawasan tersebut, sementara sejumlah titik di Gunung Botak diketahui berada dalam pengawasan dan penjagaan aparat TNI.

“Kalau kawasan Gunung Botak sementara dijaga oleh TNI, maka masyarakat berhak mengetahui bagaimana aktivitas penambangan liar masih bisa terjadi. Kami meminta Pangdam XV/Pattimura memberikan penjelasan secara terbuka terkait persoalan ini,” tegas Rizki, Sabtu (29/8/2026).

Menurut Rizki, kondisi tersebut perlu mendapatkan perhatian serius dan penjelasan dari pihak Kodam XV/Pattimura agar tidak menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.

Ia mempertanyakan efektivitas pengawasan di kawasan Gunung Botak, terutama terhadap aktivitas yang diduga masih dilakukan oleh penambang tanpa izin.

Minta Pengawasan Tak Sekadar di Pos

Rizki meminta pengawasan terhadap kawasan Gunung Botak dilakukan secara serius dan menyeluruh. Menurutnya, pengamanan tidak boleh hanya berfokus pada pintu masuk maupun pos-pos penjagaan.

“Seluruh aktivitas di dalam kawasan harus diawasi untuk memastikan tidak ada praktik pertambangan tanpa izin yang kembali beroperasi,” ujarnya.

Ia menilai pengawasan yang maksimal diperlukan untuk mencegah kembali maraknya aktivitas pertambangan ilegal di kawasan Gunung Botak.

Rizki juga meminta setiap personel yang ditugaskan melakukan pengamanan menjalankan tugas sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Soroti Penertiban Tambang Ilegal

Diketahui, penertiban aktivitas pertambangan ilegal di kawasan Gunung Botak sebelumnya melibatkan sejumlah unsur, di antaranya TNI, Satgas Penertiban Kawasan Hutan, Polri, serta pemerintah daerah.

Rizki mengatakan, persoalan aktivitas pertambangan ilegal di Gunung Botak harus menjadi perhatian bersama karena berkaitan dengan penegakan hukum, pengawasan kawasan, serta upaya menjaga kawasan tersebut dari kembali maraknya aktivitas pertambangan tanpa izin.

Ia meminta aparat terkait memastikan seluruh aktivitas yang berlangsung di kawasan Gunung Botak sesuai dengan ketentuan hukum dan perizinan yang berlaku.

Desak Pemeriksaan Dugaan Pembiaran

Menutup pernyataannya, Rizki Derlen mendesak Pangdam XV/Pattimura bersama aparat penegak hukum melakukan pemeriksaan dan pengawasan secara menyeluruh terhadap aktivitas di kawasan Gunung Botak.

Ia meminta dugaan adanya pembiaran terhadap aktivitas penambangan ilegal ditelusuri secara transparan, termasuk dengan memeriksa pihak-pihak yang bertanggung jawab terhadap pengamanan kawasan tersebut.

Menurut Rizki, pemeriksaan penting dilakukan untuk memastikan apakah terdapat pelanggaran, kelalaian, atau persoalan lain dalam pelaksanaan pengamanan di lapangan.

“Jika ditemukan adanya pelanggaran atau kelalaian, maka harus ada tindakan tegas sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” pungkas Rizki.

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update