Ambon, iNewsUtama.com — Kota Ambon kembali menegaskan posisinya sebagai simbol perdamaian dan kerukunan umat beragama di Indonesia. Penegasan tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, saat menghadiri agenda Temu Lintas Agama di Kota Ambon, Jumat (16/1/2026).
Dalam pernyataannya, Menteri Agama menegaskan bahwa Ambon memiliki identitas kuat sebagai kota perdamaian yang patut dijadikan rujukan nasional, bahkan internasional.
“Siapa pun yang ingin belajar tentang perdamaian, datanglah ke Ambon,” tegas Nasaruddin Umar di hadapan tokoh lintas agama dan peserta kegiatan.
Menurutnya, Ambon bukan hanya berhasil membangun harmoni sosial pascakonflik, tetapi juga mampu menjadikan keberagaman sebagai kekuatan dalam kehidupan bermasyarakat.
Menteri Agama juga mengungkapkan rasa bangga dan haru dapat kembali menginjakkan kaki di Kota Ambon, yang memiliki nilai historis mendalam dalam perjalanan hidupnya. Sebelum tiba di Ambon, ia menyempatkan diri mengunjungi Banda Neira, wilayah yang dikenal kaya akan peninggalan sejarah bangsa.
“Saya sangat bangga bisa kembali ke tempat yang bersejarah dalam hidup saya. Pagi tadi saya mengunjungi Banda Neira dan melihat langsung peninggalan sejarah yang luar biasa. Ini perlu mendapatkan perhatian khusus, dan ke depan akan saya usulkan agar memperoleh dukungan yang lebih serius,” ujarnya kepada awak media di Aula Kantor Kementerian Agama Provinsi Maluku.
Selain menyoroti nilai sejarah dan perdamaian, Nasaruddin Umar juga mengapresiasi perkembangan pembangunan Kota Ambon. Ia membandingkan kondisi kota saat ini dengan kunjungannya sekitar satu dekade lalu, yang menurutnya telah mengalami kemajuan signifikan di berbagai sektor.
Kunjungan Menteri Agama tersebut diharapkan semakin memperkuat peran Ambon sebagai laboratorium perdamaian, sekaligus contoh nyata harmonisasi kehidupan beragama di Indonesia yang berlandaskan toleransi, persaudaraan, dan saling menghormati.

