AMBALAU,iNewsutama.com -- General Manager (GM) PLN UIW Maluku-Malut segera menggantikan kepala ranting Ambalau, menurut warga kepala ranting tak layak memimpin PLN Ambalau.
Menjelang buka puasa yang seharusnya penuh kebahagiaan berubah menjadi keluhan dan kekecewaan oleh warga di Desa Lumoy, Kecamatan Ambalau, pada Sabtu, (1/3/25).
Pemadaman listrik yang terjadi menjelang buka puasa, warga menikmati buka puasa gelap gulita dan juga waktu sholat tarawih. Pemadaman listrik memicu protes keras terhadap kepala ranting Ambalau.
Sejumlah warga menyebutkan pemadaman listrik ini bukanlah yang pertama terjadi, namun kali ini dianggap sangat mengganggu karena bertepatan dengan momen buka puasa bersama. Warga menilai, tidak ada langkah antisipasi yang dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut.
"Ini sudah kejadian berkali-kali. Kami sudah melaporkan masalah ini, tetapi selalu tidak ada tindak lanjut. Listrik mati di saat buka puasa, dan kami terpaksa makan dalam keadaan kegelapan," Ujar Eno, salah satu tokoh Pemuda setempat.
Kekecewaan warga pun mengarah pada kepemimpinan Kepala Ranting Ambalau, yang dinilai tidak mampu menyelesaikan persoalan listrik yang terus berulang terjadi.
Warga bahkan menyerukan pergantian Kepala Ranting agar Kecamatan Ambalau ini memiliki pemimpin yang lebih sigap dan bertanggung jawab.
"Kami sudah cukup bersabar. Kalau tidak ada perubahan, kami menuntut agar kepala ranting harus di ganti. Kami butuh pemimpin yang benar-benar peduli dengan kebutuhan masyarakat," Ujar Daud, Warga Lumoy.
Sementara itu, desakan dari warga semakin kuat, mendesak kepala General manager (GM) UIW Maluku-Malut untuk mengevaluasi kinerja kepala ranting Ambalau dan sekaligus menggantikannya. "Ucap warga Lumoy.
"Masyarakat sangat berharap, insiden seperti ini tidak kembali terjadi, terutama pada momen penting seperti ramadhan ini," harap warga.
Sementara kepala ranting Ambalau dihubungi oleh wartawan media ini, kepala ranting tak bisa terhubung, sehingga berita ditayang. (ARB)

