AMBON,iNewsUtama.com — Generasi Z dan milenial dinilai memiliki posisi strategis dalam kehidupan demokrasi dan arah pembangunan politik di Indonesia, termasuk di Provinsi Maluku.
Selain menjadi kelompok besar dalam komposisi pemilih, generasi muda juga memiliki ruang untuk menyampaikan gagasan, mengawal berbagai persoalan publik, serta terlibat langsung dalam proses pembangunan dan kehidupan bermasyarakat.
Berdasarkan data Komisi Pemilihan Umum (KPU), pada Pemilu 2024 pemilih dari generasi Z mencapai sekitar 24,94 persen, sementara generasi milenial mencapai 33,44 persen. Jika digabungkan, kedua kelompok generasi tersebut mencapai sekitar 58,38 persen dari keseluruhan pemilih.
Besarnya komposisi tersebut menunjukkan bahwa suara anak muda menjadi salah satu bagian penting dalam kehidupan demokrasi nasional.
Karena itu, pendidikan politik, ruang dialog, serta kesempatan bagi generasi muda untuk berorganisasi dan mengembangkan kapasitas dinilai perlu terus diperluas.
Hal tersebut menjadi perhatian Novita Indriyati, Wakil Ketua Bidang Pemilih Pemula dan Milenial DPW Partai NasDem Provinsi Maluku.
Menurut Novita, generasi Z dan milenial tidak seharusnya hanya ditempatkan sebagai objek komunikasi politik. Mereka harus diberikan ruang untuk menyampaikan gagasan sekaligus mengambil bagian dalam proses organisasi dan pembangunan.
“Anak muda hari ini bukan hanya pemilih masa depan, tetapi juga bagian dari masa depan itu sendiri. Karena itu, mereka harus diberikan ruang untuk belajar, berproses, menyampaikan gagasan dan mengambil peran dalam kehidupan bermasyarakat serta berorganisasi,” ujar Novita.
Ia mengatakan, pendekatan terhadap pemilih pemula dan milenial juga harus mengikuti perkembangan zaman.
Generasi muda saat ini tumbuh dalam lingkungan digital yang sangat dinamis. Karena itu, komunikasi politik dinilai perlu dilakukan secara terbuka, kreatif, edukatif, serta menyentuh persoalan yang benar-benar dekat dengan kehidupan mereka.
Di lingkungan Partai NasDem, perhatian terhadap generasi muda juga tercermin melalui bidang organisasi yang berkaitan dengan pemilih pemula dan milenial.
NasDem melalui platform Anak Muda NasDem membuka ruang bagi generasi Z dan milenial untuk berkontribusi dalam kehidupan politik dengan mengembangkan berbagai kemampuan, kreativitas, serta keterampilan yang dimiliki.
Di Maluku, keterlibatan generasi muda dapat diarahkan pada berbagai isu yang bersentuhan langsung dengan kehidupan mereka.
Mulai dari pendidikan, lapangan kerja, ekonomi kreatif, teknologi digital, lingkungan, pariwisata, olahraga, hingga pengembangan potensi anak muda di seluruh kabupaten dan kota.
Novita menilai proses kaderisasi tidak semestinya hanya dilakukan ketika momentum pemilu semakin dekat.
Menurutnya, pembinaan generasi muda perlu dilakukan secara berkelanjutan agar mereka memiliki pengalaman organisasi, memahami proses demokrasi, serta mampu berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat.
“Ke depan, kita ingin melihat semakin banyak anak muda Maluku yang berani tampil, memiliki kapasitas, mampu menyampaikan gagasan dengan baik, dan siap mengambil tanggung jawab. Regenerasi harus dimulai dari sekarang,” katanya.
Pendidikan politik bagi generasi muda juga menjadi bagian penting dalam membangun kualitas demokrasi. KPU selama ini mendorong pendidikan pemilih agar generasi muda memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara.
Bagi Novita, keberadaan Gen Z dan milenial di lingkungan Partai NasDem Maluku dapat menjadi ruang untuk membangun jejaring, meningkatkan kapasitas, mengembangkan kreativitas, sekaligus mengenalkan politik sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat.
Gen Z dan milenial bukan sekadar angka dalam daftar pemilih. Mereka merupakan generasi yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan di masa mendatang.
Dari Maluku, keterlibatan dan semangat anak muda diharapkan terus berkembang menjadi energi positif untuk memperkuat partisipasi masyarakat, pembangunan daerah, dan kehidupan demokrasi.(NI)

