SBT,iNutUtama.com--Ikatan Keluarga Besar Seram Bagian Timur (IKB SBT) menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan eksplorasi minyak dan gas bumi (migas) yang dilakukan PT Balam Energi di wilayah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).
Dukungan tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IKB SBT, Ibnu Marwan Wariya, ST, di Ambon, Rabu (8/7/2026).
Marwan mengatakan, kegiatan eksplorasi migas dalam bentuk survei seismik merupakan aktivitas teknis yang telah mengantongi izin resmi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), sehingga pelaksanaannya memiliki dasar hukum yang jelas.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa dukungan IKB SBT bersifat kritis dan konstruktif, dengan menekankan pentingnya seluruh tahapan eksplorasi dijalankan sesuai prinsip keberlanjutan lingkungan, tata kelola yang transparan, serta pemberdayaan masyarakat lokal.
"Kami mendukung penuh kegiatan eksplorasi migas ini, namun pelaksanaannya harus tetap mengedepankan aspek lingkungan, keterbukaan tata kelola, dan memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar wilayah kerja," kata Marwan.
Ia menjelaskan, kontrak kerja sama antara SKK Migas dan PT Balam Energi yang difasilitasi Kementerian ESDM telah berlanjut. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur memiliki peran strategis dalam memberikan rekomendasi, dukungan, serta melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurutnya, eksplorasi migas merupakan langkah awal untuk memastikan apakah suatu wilayah memiliki cadangan migas yang layak secara teknis maupun ekonomis untuk dikembangkan.
"Survei geologi dan seismik dilakukan untuk mengetahui potensi cadangan migas. Jika hasilnya menunjukkan potensi yang ekonomis, maka PT Balam Energi akan melaporkan hasil tersebut kepada Kementerian ESDM sebagai dasar tindak lanjut ke tahap berikutnya," jelasnya.
Marwan juga menyoroti besarnya investasi yang dibutuhkan dalam kegiatan eksplorasi migas. Menurutnya, biaya eksplorasi dapat mencapai miliaran hingga triliunan rupiah dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab badan usaha pelaksana.
Ia menjelaskan bahwa berdasarkan ketentuan dalam sektor hulu migas, seluruh biaya eksplorasi ditanggung oleh perusahaan sebagai biaya operasi (cost recovery), sehingga tidak membebani anggaran pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.
"Seluruh biaya eksplorasi ditanggung oleh PT Balam Energi. Pemerintah tidak mengeluarkan anggaran untuk kegiatan tersebut karena merupakan tanggung jawab badan usaha sesuai ketentuan yang berlaku," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Marwan turut memberikan apresiasi kepada Bupati Seram Bagian Timur, Fahri Husni Alkatiri, atas dukungan pemerintah daerah terhadap rencana eksplorasi migas tersebut.
Menurutnya, dukungan pemerintah daerah sangat penting dalam menciptakan kepastian investasi sekaligus memastikan kebijakan yang berpihak pada kelestarian lingkungan dan keberlanjutan pembangunan ekonomi daerah.
Ia mengingatkan bahwa industri migas merupakan sektor yang memiliki tingkat risiko dan ketidakpastian tinggi.
"Proses pengeboran migas memiliki risiko yang sangat besar. Belum tentu setelah pengeboran akan ditemukan cadangan migas yang layak produksi. Karena itu, perusahaan juga menghadapi potensi kerugian yang tinggi," katanya.
Marwan menambahkan, saat ini arah investasi dan eksplorasi migas nasional mulai bergeser ke kawasan Indonesia Timur yang memiliki potensi sumber daya besar, meski sebagian besar cekungan migas berada di wilayah laut dalam dengan tantangan teknis yang tidak ringan.
Menurutnya, apabila eksplorasi tersebut berhasil, maka dampak positif yang dapat dirasakan masyarakat antara lain terbukanya lapangan pekerjaan baru, meningkatnya aktivitas ekonomi, serta bertambahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Seram Bagian Timur.
Meski demikian, ia meminta pemerintah tetap menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal untuk memastikan perusahaan memenuhi seluruh kewajibannya.
"Pengawasan pemerintah sangat penting agar perusahaan mematuhi ketentuan pengelolaan lingkungan, memberikan ganti rugi apabila diperlukan, mengutamakan tenaga kerja lokal, serta melaksanakan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR)," tegasnya.
Mengakhiri pernyataannya, Marwan mengajak seluruh elemen masyarakat Seram Bagian Timur, mulai dari tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh masyarakat hingga seluruh pemangku kepentingan, untuk tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Ia berharap proses eksplorasi yang dilakukan PT Balam Energi dapat berjalan lancar dan menghasilkan temuan cadangan migas yang memiliki nilai ekonomis sehingga mampu memberikan manfaat bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Seram Bagian Timur.

