Ambon, iNewsUtama.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku terus mempercepat penyelesaian pembangunan Bendungan Waepo di Kabupaten Buru. Memasuki Tahun Anggaran 2026, pemerintah mulai menggenjot pekerjaan Paket III sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang diproyeksikan menjadi penopang utama ketahanan pangan di Maluku.
Pembangunan Bendungan Waepo tidak hanya difokuskan sebagai infrastruktur pengairan, tetapi juga menjadi instrumen strategis pemerintah dalam menjamin ketersediaan air irigasi guna meningkatkan produktivitas sektor pertanian dan mendukung target swasembada pangan nasional yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Satuan Kerja (Satker) Bendungan Waepo menegaskan seluruh tahapan pembangunan dilakukan secara profesional dengan pengawasan yang sangat ketat.
"Pembangunan Bendungan Waepo harus berjalan selaras dengan visi Presiden Prabowo dalam menjamin ketersediaan air bagi petani sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan nasional. Seluruh proyek PSN diawasi secara ketat dan melibatkan berbagai lembaga, mulai dari KPK, Kejaksaan Agung hingga Kejaksaan Tinggi. Jadi tidak ada ruang bagi siapa pun untuk bekerja sembarangan," tegas Satker Bendungan Waepo saat dikonfirmasi, Minggu (5/7/2026).
Menurutnya, pemerintah menargetkan penyelesaian Paket III sesuai jadwal yang telah ditetapkan dengan dukungan anggaran mencapai ratusan miliar rupiah.
Satker juga menegaskan bahwa berbagai temuan administrasi pada tahap pembangunan sebelumnya, termasuk kelebihan pembayaran yang sempat menjadi temuan audit, telah diselesaikan sepenuhnya melalui pengembalian dana kepada negara.
"Seluruh kelebihan pembayaran yang menjadi temuan pada pekerjaan sebelumnya sudah dikembalikan ke kas negara. Persoalan tersebut telah diselesaikan sehingga tidak menjadi hambatan dalam kelanjutan pembangunan," ujarnya.
Keberadaan Bendungan Waepo diyakini akan membawa perubahan besar terhadap sektor pertanian di Kabupaten Buru. Pasokan air irigasi yang tersedia sepanjang tahun diperkirakan mampu meningkatkan indeks pertanaman dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali masa tanam dalam setahun.
Peningkatan intensitas tanam tersebut diharapkan berdampak langsung terhadap naiknya produksi pangan, peningkatan pendapatan petani, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah maupun nasional.
Satker menjelaskan, Kementerian PU melalui BWS Maluku akan memastikan sistem tampungan air dan jaringan irigasi Bendungan Waepo dibangun secara maksimal agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
"Bendungan bukan sekadar bangunan fisik. Infrastruktur ini merupakan investasi jangka panjang yang akan menopang produktivitas pertanian, menjaga keberlanjutan lingkungan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Ia juga menyebut Bendungan Waepo merupakan salah satu bendungan terbesar dan paling strategis di kawasan Indonesia Timur. Dengan kapasitas tampung air yang besar, bendungan tersebut diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan irigasi ribuan hektare lahan pertanian di Kabupaten Buru.
Di akhir keterangannya, Satker mengajak seluruh elemen masyarakat ikut mengawal proses pembangunan agar berjalan sesuai perencanaan, transparan, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.
"Dengan dukungan seluruh pihak, Bendungan Waepo diharapkan menjadi infrastruktur yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, memperkuat ketahanan pangan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Buru tanpa menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan maupun masyarakat sekitar," pungkasnya.(***)

