Malteng.iNewsUtama.com – Upaya meningkatkan mutu pendidikan terus digencarkan di Kecamatan Leihitu melalui kegiatan Training of Trainers (TOT) Pembinaan Kelembagaan dan Manajemen Sekolah yang digelar di SD Inpres Negeri 104 Maluku Tengah, Hila Kaitetu, Selasa (14/04/2026).
Kegiatan ini menjadi sorotan karena memotret kondisi riil pendidikan dasar di wilayah tersebut yang masih menghadapi berbagai tantangan serius.
Koordinator Wilayah Pendidikan Kecamatan Leihitu, Usman Samal, S.Pd, mengungkapkan bahwa dari total 42 sekolah dasar yang ada, hanya tiga sekolah yang berhasil masuk kategori zona hijau atau berkinerja baik.
“Tiga sekolah tersebut adalah SD 244, SD 295, dan SD 256. Ini menjadi perhatian kita bersama. Artinya, masih banyak yang harus kita benahi secara kolektif,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya komitmen seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan ini secara serius demi kemajuan pendidikan di masing-masing sekolah.
“Marilah kita mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, karena masa depan anak-anak kita ada di tangan kita semua,” tambahnya.
Sementara itu, Manager Inovasi Provinsi Maluku Fase III, Mus Mualim, memberikan apresiasi terhadap Kabupaten Maluku Tengah yang dinilai berada di jalur yang tepat dalam pengelolaan pendidikan.
“Dari 34 provinsi di Indonesia, saya sudah mengunjungi 32 provinsi. Pengembangan kompetensi guru melalui KKG seperti ini yang berjalan secara masif dan terstruktur tanpa paksaan, baru saya temukan di Maluku Tengah,” ungkapnya.
Namun demikian, ia juga memaparkan data yang cukup memprihatinkan. Dari 42 SD di Kecamatan Leihitu, hanya sekitar 7 persen yang berada di zona hijau, 33 persen di zona kuning, dan 60 persen masih berada di zona merah.
Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi oleh praktik pembelajaran di kelas yang masih konvensional dan belum berpusat pada murid.
“Masih banyak guru yang mengajar tanpa alat peraga dan media pembelajaran. Padahal, pembelajaran yang berkualitas harus mendorong keterlibatan aktif siswa,” jelasnya.
Melalui kegiatan TOT ini, para guru diharapkan mampu menjadi fasilitator perubahan di sekolah masing-masing. Program ini dirancang untuk mendorong peningkatan kualitas pembelajaran, khususnya dalam aspek literasi dasar siswa.
“Anak-anak harus segera mencapai kemampuan membaca yang lancar hingga memahami isi bacaan. Ini menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan,” tegas Mus.
Ia juga menekankan pentingnya tindak lanjut pasca kegiatan melalui pengembangan kompetensi berkelanjutan di tingkat gugus setiap bulan, serta kegiatan KKG mingguan di sekolah.
Dengan langkah tersebut, diharapkan terjadi peningkatan signifikan dalam kemampuan literasi siswa, yang dapat terukur dari perubahan level kemampuan membaca, mulai dari pengenalan huruf hingga pemahaman tingkat tinggi.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi dunia pendidikan di Maluku Tengah untuk berbenah. Harapannya, ke depan semakin banyak sekolah yang mampu keluar dari zona merah dan kuning menuju zona hijau.
“Perubahan tidak bisa ditunda. Pendidikan harus bergerak sekarang, demi masa depan generasi Maluku yang lebih baik,” pungkasnya.(iT-iNewsUtama)


