Notification

×

Iklan



Iklan



Tragedi Maut di MBD, Remaja 17 Tahun Tewas Diterkam Buaya di Sungai Letahu

Kamis, 08 Januari 2026 | Januari 08, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-08T10:20:36Z

 

Petugas kepolisian, TNI, dan warga melakukan pencarian terhadap korban remaja yang diterkam buaya di Sungai Letahu, Desa Lurang, Kecamatan Wetar Utara, Kabupaten Maluku Barat Daya, Selasa (6/1/2026).

Ambon, iNewsUtama.com — Tragedi memilukan kembali terjadi di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD). Seorang remaja berusia 17 tahun, James Ricard Makalen, warga Desa Lurang, Kecamatan Wetar Utara, dilaporkan meninggal dunia setelah diterkam buaya di Sungai Letahu, Selasa (6/1/2026) sore.

Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 18.15 WIT. Korban diketahui merupakan pelajar SMA Negeri 16 MBD.

Kapolsek Wetar, IPTU Giovani B.M. Toffy, menjelaskan bahwa sebelum kejadian, korban baru saja selesai memotong rumput di halaman rumah tetangganya. Usai bekerja, korban berpamitan kepada pamannya dengan alasan hendak membersihkan diri.

“Pamannya mengira korban mandi di rumah. Namun tanpa sepengetahuan keluarga, korban justru pergi ke Sungai Letahu,” ujar Giovani.

Sekitar pukul 18.00 WIT, korban tiba di sungai dan mandi di lokasi yang berjarak sekitar 20 meter dari dua orang warga yang sedang mencuci pakaian. Tidak lama berselang, kedua saksi melihat korban tiba-tiba diterkam seekor buaya.

Korban sempat diseret ke tepi sungai yang dipenuhi rawa kangkung air dengan kedalaman sekitar dua meter. Salah satu saksi berupaya menolong dengan mengulurkan tangan, namun buaya tersebut berputar, kembali menyelam, dan membawa korban hingga menghilang ke dalam air.

Kejadian itu segera dilaporkan kepada warga setempat dan diumumkan melalui pengeras suara gereja. Warga bersama aparat kepolisian dan TNI langsung melakukan pencarian intensif di sekitar lokasi kejadian.

“Upaya pencarian melibatkan personel Polsek Wetar, Danramil Wetar beserta anggota, pemerintah desa, tokoh adat, serta masyarakat setempat,” jelas Kapolsek.

Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian korban masih terus dilakukan, sementara warga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat beraktivitas di sungai yang diketahui menjadi habitat buaya.(RR-SLP)

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update