Notification

×

Iklan



Iklan



Desa Loki Darurat Pemerintahan: Pejabat Diduga Korup, Rakyat Ancam Bertindak

Minggu, 11 Januari 2026 | Januari 11, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-11T12:35:03Z

 



Piru,iNewsUtama.com--Gelombang kekecewaan masyarakat Desa Lokki, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), kian memuncak. Warga secara tegas mendesak Bupati SBB Ir. Asri Arman untuk segera mencopot Pejabat Desa Loki, Reisen Salawaney, yang dinilai gagal menjalankan roda pemerintahan desa dan diduga kuat terlibat praktik korupsi.

Desakan ini bukan tanpa alasan. Hingga 10 Januari 2026, Pemerintah Desa Lokki belum juga melaksanakan empat program prioritas pemerintahan desa yang seharusnya sudah berjalan sejak tahun 2025, yakni:

1. Rembuk Stunting

2. Musyawarah Desa dan Penyusunan RKP Desa (Musdes)

3. Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes)

4. Pelaksanaan Program Sertifikasi Tanah Presiden RI (800 Sertifikat Tanah untuk Desa Lokki)

Ironisnya, program sertifikat tanah yang merupakan kebijakan strategis nasional sangat dibutuhkan masyarakat untuk kepastian hukum kepemilikan rumah dan lahan. Namun, Pejabat Desa Lokki dinilai sengaja tutup mata dan tidak mengambil keputusan apa pun, sehingga program Presiden RI tersebut mandek total.

“Ini bukan kelalaian biasa, ini bentuk pembiaran yang merugikan masyarakat,” tegas salah satu tokoh masyarakat Loki.

Diduga Tak Punya Anggaran, Masyarakat Curiga Dana Desa Dikorupsi

Mandeknya seluruh tahapan perencanaan desa memunculkan dugaan kuat penyalahgunaan anggaran desa. Masyarakat mencurigai bahwa pemerintah desa tidak lagi memiliki anggaran, akibat dugaan praktik korupsi yang dilakukan oleh oknum di pemerintahan desa.

“Kami menduga kuat ada korupsi. Kalau tidak, mustahil empat program penting ini tidak jalan sama sekali,” ujar warga lainnya.

Jarang Masuk Kantor, Diduga Berlindung di Balik Nama Bupati

Tak hanya soal program, Reisen Salawaney juga disebut jarang berkantor selama menjabat. Informasi yang diterima dari masyarakat menyebutkan bahwa yang bersangkutan kerap menyampaikan kepada warga bahwa dirinya tidak akan dicopot karena dilindungi langsung oleh Bupati SBB Ir. Asri Arman.

Pernyataan tersebut semakin melukai perasaan masyarakat dan menimbulkan kekecewaan mendalam terhadap kepemimpinan Bupati SBB.

“Kami kecewa. Kalau benar Bupati membela pejabat seperti ini, maka rakyat dikorbankan,” tegas warga.

Diduga Adu Domba Warga, SK Kepala Dusun Dipersoalkan

Masalah tak berhenti di situ. Pejabat Desa Lokki juga dituding mengadu domba masyarakat, khususnya di Dusun Tanah Goyang. Warga setempat secara terbuka menolak kepemimpinan Yasmin Bali sebagai Kepala Dusun Tanah Goyang.

Namun, alih-alih menyelesaikan konflik, Pejabat Desa Lokki justru mengeluarkan SK pengangkatan Yasmin Bali, yang hingga kini terus ditolak warga. Masyarakat Tanah Goyang mendesak agar SK tersebut segera dibatalkan dan diganti sesuai kehendak warga.

Ultimatum Masyarakat: Copot atau Rakyat Bertindak

Masyarakat Desa Lokki menegaskan bahwa Reisen Salawaney tidak layak dipertahankan sebagai Pejabat Desa. Mereka memberi ultimatum keras kepada Bupati SBB agar segera mencopot yang bersangkutan demi kelancaran roda pemerintahan desa.

“Jika Bupati SBB tidak segera bertindak, kami sebagai masyarakat akan mengambil langkah dan tindakan sendiri,” tegas pernyataan warga.

Hingga berita ini diturunkan, Bupati SBB Ir. Asri Arman maupun Pejabat Desa Lokki belum memberikan klarifikasi resmi terkait berbagai tudingan tersebut

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update