Piru, iNewsUtama.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) sekaligus Ketua DPD Partai Golkar SBB, Abdusalam Hehanussa, menyatakan penolakan keras dan tanpa kompromi terhadap rencana masuknya gerai minimarket Alfamidi di wilayah Tanah Goyang dan sekitarnya.
Abdusalam menegaskan, kehadiran minimarket raksasa tersebut di wilayah kampung yang masih tergolong miskin dan terisolir merupakan kebijakan yang keliru dan berpotensi menghancurkan sendi-sendi ekonomi rakyat kecil.
“Jika Alfamidi dipaksakan masuk di wilayah kampung yang kategori miskin, sama halnya dengan pemerintah membunuh rakyatnya sendiri,” tegas Abdusalam dalam pernyataan kerasnya.
Menurutnya, keberadaan Alfamidi akan memberikan dampak serius terhadap para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat setempat. Warung dan kios rakyat yang telah lama bertahan dinilai tidak akan mampu bersaing dengan jaringan ritel besar.
Ia juga menyoroti kondisi geografis dan sosial Tanah Goyang yang masih tergolong terpencil dan terisolir, sehingga kehadiran bisnis skala besar dianggap tidak sejalan dengan realitas ekonomi masyarakat.
“Daerah itu masih dianggap terisolir dan terpencil. Jika pemerintah, baik di tingkat daerah maupun desa, memberikan izin, itu sama saja mematikan rakyatnya sendiri,” tandasnya.
Abdusalam menegaskan bahwa penolakan terhadap Alfamidi di Tanah Goyang bersifat wajib, sebagai bentuk keberpihakan terhadap ekonomi rakyat kecil dan perlindungan terhadap UMKM lokal.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Alfamidi maupun pemerintah daerah terkait rencana pembangunan gerai minimarket tersebut di wilayah Tanah Goyang. (*)

