Notification

×

Iklan



Iklan



Raja Urimessing Soroti Pemekaran Kampung sebagai Solusi Rentang Kendali Pelayanan Publik

Jumat, 30 Mei 2025 | Mei 30, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-05-30T10:49:25Z

 



Urimessing, iNewsUtama.com Raja Negeri Urimessing, Felix Tisera, menekankan pentingnya pemekaran kampung sebagai solusi strategis dalam mengatasi persoalan rentang kendali pelayanan publik di wilayah adat. Hal itu disampaikannya dalam wawancara eksklusif pada Jumat (30/5/2025), di mana ia menyoroti tantangan geografis yang berdampak langsung pada aksesibilitas layanan dasar masyarakat.

“Bayangkan saja, dari Kampung Siwang ke Seri harus melewati beberapa negeri lain dulu. Itu sangat tidak efisien. Bahkan untuk mendapatkan beras bantuan pemerintah, ongkos transportasinya bisa lebih mahal daripada harga beras itu sendiri,” ungkapnya.

Menurutnya, kondisi ini sering kali menyebabkan bantuan dari pemerintah tidak tepat sasaran. Masyarakat memilih bertahan di kampung masing-masing dengan segala keterbatasan karena akses yang sulit dan mahal.

Raja Felix menegaskan bahwa rencana pemekaran kampung bukan hanya persoalan administratif, melainkan upaya nyata menghadirkan negara lebih dekat kepada rakyat, khususnya di wilayah-wilayah terpencil. Ia juga memastikan bahwa langkah ini tidak akan menggerus nilai-nilai adat yang telah diwariskan secara turun-temurun.

“Adat bukan sesuatu yang stagnan. Ia harus adaptif terhadap perkembangan zaman. Pemekaran ini adalah wujud dari menjaga keberlanjutan hidup masyarakat adat dengan tetap mempertahankan nilai-nilai budaya kita,” tegasnya.

Ia juga mengkritisi kenyataan bahwa banyak warga masih harus menempuh perjalanan jauh dengan biaya tinggi hanya untuk mengurus surat-surat dasar seperti keterangan tidak mampu atau domisili.

“Pelayanan seperti ini semestinya gratis sesuai ketentuan. Tapi karena jarak dan akses yang sulit, masyarakat terpaksa bayar lebih. Ini tidak adil,” ujarnya.

Salah satu kampung yang menjadi prioritas utama dalam rencana pemekaran adalah Kampung Siwang. Raja Felix mengungkapkan bahwa upaya ke arah ini sudah berlangsung sejak lama, bahkan sempat dibahas di tingkat DPRD. Namun, prosesnya tersendat karena lemahnya koordinasi antarinstansi.
“Kami harap ada keseriusan dari semua pihak untuk segera menindaklanjuti. Siwang sudah siap. Tim pemekaran juga sudah lama dibentuk. Tinggal kemauan politik dan dorongan administratif yang perlu diperkuat,” jelasnya.
Di akhir wawancaranya, Raja Felix menyampaikan pesan tegas agar semua proses dilakukan sesuai prosedur dan mengutamakan kepentingan masyarakat.(iTa''U)

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update