Ambon,iNewsutama.com--Salah satu penghambat kemajuan bangsa adalah korupsi yang tidak diselesaikan dengan baik, sehingga menjadi penghalang utama pertumbuhan ekonomi negara. Provinsi Maluku, yang dikenal kaya akan sumber daya alam di sektor kelautan maupun daratan, kini menjadi salah satu provinsi termiskin secara nasional. Hal ini menjadi perhatian serius dari para mantan pengurus BADKO HMI Maluku-Maluku Utara, yang kerap mendiskusikannya bersama lintas organisasi.
Mantan Pengurus HMI, M. Saleh Keluan, menekankan pentingnya membangun Maluku yang bebas dari korupsi agar tercipta perubahan signifikan yang diinginkan oleh masyarakat, aktivis, hingga tokoh-tokoh Maluku. Keluan menjelaskan bahwa salah satu penghambat perubahan di Maluku adalah terus meningkatnya kasus korupsi, yang lebih berkembang dibandingkan dengan upaya mencari solusi perubahan.
“Korupsi ini tumbuh subur karena lemahnya peran pemerintah dan penegak hukum. Akibatnya, baik Maluku maupun Indonesia secara keseluruhan terhambat dalam mencapai berbagai bentuk kemajuan,” ujar Keluan.
Ia juga menyampaikan harapan besar kepada Gubernur baru Maluku, H.L. AV (Lawamena), yang berasal dari Partai Gerindra. “Kami sebagai generasi muda Maluku berharap kepada Gubernur terpilih, Presiden Prabowo Subianto, dan Partai Gerindra secara nasional untuk mengambil langkah tegas dalam menyelesaikan dugaan korupsi di Maluku. Ini penting agar Maluku dapat bersaing dengan provinsi-provinsi lain di Indonesia,” lanjutnya.
Seruan untuk Perubahan
Keluan menutup pernyataannya dengan seruan agar Maluku tidak lagi menjadi daerah yang hanya menjadi penonton dalam pembangunan nasional. “Maluku butuh perubahan, keadilan, dan kesejahteraan. Kami menolak menjadi penonton dalam negara. Saatnya Maluku bangkit dari keterpurukan,” tegasnya.
Dengan dorongan dari generasi muda dan pengawasan ketat dari berbagai pihak, diharapkan langkah nyata segera diambil untuk menciptakan Maluku yang lebih baik dan bebas dari jerat korupsi.(Rus/Rn)

