Notification

×

Iklan



Iklan



Maluku Dilanda Kemarau Panjang, M. Saleh Keluan Desak Pemerintah Segera Cari Solusi untuk Rakyat

Rabu, 26 Agustus 2026 | Agustus 26, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-26T09:48:09Z

 


AMBON,iNewsUtama.com — Kemarau panjang yang melanda sejumlah kabupaten/kota di Provinsi Maluku mulai menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Kondisi kekeringan berdampak terhadap ketersediaan air, sektor pertanian, hingga meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan.


Sejumlah tanaman komoditas unggulan masyarakat seperti cengkeh, pala, cokelat, serta tanaman pertanian lainnya disebut terancam mengalami kerusakan bahkan mati akibat kekurangan air.


Kondisi tersebut mendapat perhatian dari anak muda Maluku, M. Saleh Keluan, yang meminta Pemerintah Provinsi Maluku segera mengambil langkah konkret untuk membantu masyarakat menghadapi dampak kemarau panjang.


Ia meminta Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa bersama Wakil Gubernur H. Abdullah Vanath, serta pemerintah daerah di kabupaten/kota, segera mencari solusi agar masyarakat, khususnya petani, tetap dapat bertahan hidup dan memperoleh penghasilan di tengah kondisi cuaca yang semakin sulit.


“Sudah saatnya pemerintah, DPRD, DPR RI dan DPD RI keterwakilan Maluku jujur menyampaikan kondisi Maluku kepada pemerintah pusat. Masyarakat membutuhkan solusi nyata untuk bertahan hidup,” tegas M. Saleh Keluan.


Menurutnya, persoalan yang dihadapi masyarakat tidak cukup hanya diselesaikan melalui program bantuan. Pemerintah juga perlu memperkuat pembangunan infrastruktur dasar yang mendukung aktivitas masyarakat, terutama di wilayah pedesaan dan sentra pertanian.


Ia menilai akses jalan dan jembatan yang layak, pembangunan sektor pendidikan dan kesehatan, serta perlindungan terhadap petani dan hasil pertanian harus menjadi perhatian serius pemerintah.


“Jangan sampai masyarakat hanya diberikan bantuan sesaat, sementara persoalan mendasar seperti akses transportasi, air, pertanian, pendidikan dan kesehatan belum diselesaikan,” ujarnya.


M. Saleh juga meminta seluruh wakil rakyat asal Maluku, baik di DPRD, DPR RI maupun DPD RI, berani menyampaikan kondisi riil masyarakat Maluku kepada pemerintah pusat.


Menurutnya, suara masyarakat harus menjadi dasar dalam menentukan kebijakan pembangunan, terutama ketika masyarakat sedang menghadapi kondisi sulit akibat kemarau panjang.


“Jangan menjadi pemerintah yang hanya suka dipuji, sementara rakyat terus menghadapi kesulitan. Saatnya pemerintah benar-benar hadir dan mendengar suara rakyat Maluku,” pungkasnya.


Ia berharap pemerintah segera melakukan langkah antisipasi dan penanganan terhadap dampak kemarau, terutama bagi masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian.

“Petani kuat, rakyat sejahtera, Maluku harus maju.”

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update