Notification

×

Iklan



Iklan



Tiga Penambang Tewas Tertimbun Longsor di Gunung Desa Luhu, Satu Selamat

Senin, 20 Juli 2026 | Juli 20, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-20T08:53:43Z



PIRU,iNewsUtama.com – Tiga penambang dilaporkan meninggal dunia setelah tertimbun longsor saat melakukan aktivitas penambangan tembaga dan sinabar di kawasan Gunung Desa Luhu, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Jumat (17/7/2026) dini hari.


Kapolsek Huamual, Iptu Luken Soplanit, membenarkan peristiwa nahas tersebut. Ia mengatakan, para korban berasal dari tiga wilayah berbeda di Maluku.


"Satu korban merupakan warga Kecamatan Pulau Manipa, Kabupaten Seram Bagian Barat. Dua korban lainnya berasal dari Kabupaten Maluku Tengah, masing-masing dari Negeri Tulehu, Kecamatan Salahutu, dan Negeri Seith, Kecamatan Leihitu. Jenazah ketiganya telah dipulangkan ke kampung halaman masing-masing," ujar Luken.Sabtu (18/7/2026) malam.


Meski demikian, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait identitas lengkap para korban. Menurut Luken, proses pendataan mengalami kendala karena keluarga korban langsung membawa jenazah pulang usai proses evakuasi.


"Data yang kami miliki masih belum lengkap. Tadi malam kami mencoba mencari keluarga korban di lokasi tambang, namun semuanya sudah ikut mengantar jenazah ke daerah asal. Nama yang kami peroleh baru sebatas nama panggilan. Anggota masih melakukan pengecekan di lapangan, dan jika sudah valid akan kami sampaikan," jelasnya.


Berdasarkan informasi yang dihimpun, saat kejadian terdapat empat orang yang sedang melakukan aktivitas penggalian di lokasi tambang. Ketika longsor terjadi, hanya satu orang yang berhasil menyelamatkan diri, sementara tiga lainnya tertimbun material tanah dan bebatuan hingga meninggal dunia.


"Sebenarnya ada empat orang yang sedang menggali. Saat longsor terjadi, satu orang berhasil selamat, sedangkan tiga lainnya tertimbun dan meninggal dunia," ungkap salah seorang kerabat korban.

Sumber tersebut juga mengungkapkan bahwa sebelum insiden terjadi, para penambang lain telah memperingatkan korban agar menghentikan aktivitas penggalian karena kondisi tanah dinilai sudah sangat labil dan berpotensi longsor.


"Mereka sudah diingatkan untuk tidak menggali di lokasi itu karena tanahnya tidak stabil dan hampir runtuh. Namun, mereka tetap melanjutkan aktivitas penggalian hingga akhirnya terjadi longsor," katanya.


Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait peristiwa tersebut, termasuk mendata identitas korban secara lengkap serta menggali keterangan dari para saksi di lokasi kejadian.(RRN)

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update