Ambon,iNewsUtama.com--Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SD Negeri 257 Ambon berlangsung meriah dan penuh makna. Sebanyak 34 peserta didik baru disambut hangat oleh guru dan kakak kelas dengan iringan alat musik tradisional totobuang, yang menjadi ciri khas sekolah tersebut.
Kepala SD Negeri 257 Ambon, Paulina Matakena, S.Pd, mengatakan seluruh rangkaian MPLS dirancang agar siswa baru merasa nyaman sekaligus mulai mengenal lingkungan sekolah sejak hari pertama.
"Hari pertama semua guru menyambut siswa di gerbang sekolah. Anak-anak juga disambut kakak kelas dari kelas II sampai kelas VI dengan memainkan alat musik tradisional totobuang. Setelah itu dilakukan penyambutan secara resmi saat upacara bendera, kemudian siswa diperkenalkan dengan guru, lingkungan sekolah, dan seluruh fasilitas yang ada," ujarnya saat diwawancarai di ruang kerjanya, Rabu (15/7/2026).
Pada hari kedua, sekolah mulai memperkenalkan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, edukasi tentang makanan bergizi, serta melakukan pengukuran tinggi dan berat badan seluruh siswa baru sebagai data dasar untuk pemantauan perkembangan mereka selama belajar di sekolah.
Selain itu, peserta didik juga diperkenalkan dengan wali kelas dan teman-teman di kelas masing-masing. Rangkaian MPLS akan ditutup dengan kegiatan evaluasi yang dipimpin kepala sekolah bersama perwakilan orang tua murid.
Paulina menjelaskan, tahun ajaran baru ini SD Negeri 257 menerima 34 siswa kelas I yang dibagi ke dalam dua rombongan belajar, yakni kelas IA dan IB.
Sementara itu, Ketua Panitia MPLS SD Negeri 257 Ambon, G.R. Annie Shinta Heattubun, S.Hg, mengungkapkan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib dan mendapat dukungan penuh dari para orang tua.
Menurutnya, antusiasme orang tua terlihat sejak hari pertama ketika mereka mengantar anak-anak ke sekolah dan mengikuti rapat bersama pihak sekolah setelah upacara bendera.
"Dukungan orang tua sangat luar biasa. Kami menjelaskan seluruh rangkaian MPLS dari hari pertama sampai hari terakhir dan mereka menyambut baik seluruh program sekolah," katanya.
Ia menambahkan, pihak sekolah juga mengimbau orang tua untuk tidak menunggu di depan jendela kelas selama proses pembelajaran berlangsung karena dapat mengganggu konsentrasi anak.
"Memang anak-anak kelas satu masih ingin didampingi orang tua karena masih beradaptasi. Ada beberapa yang sempat menangis, tetapi perlahan mereka mulai berani belajar sendiri, makan sendiri, dan mengikuti kegiatan bersama teman-temannya," ujarnya.
Hingga hari ketiga pelaksanaan, seluruh kegiatan MPLS di SD Negeri 257 Ambon berlangsung aman, tertib, dan sesuai dengan materi yang telah ditetapkan.
Pihak sekolah berharap masa pengenalan ini menjadi langkah awal yang menyenangkan bagi peserta didik dalam memulai perjalanan pendidikan mereka. (Inews)


