Notification

×

Iklan



Iklan



SAMBUT MALAM TAKBIRAN TOKOH DAN PEMUDA MUSLIM KOTA AMBON DUDUK SILATURAHMI BERSAMA

Sabtu, 21 Maret 2026 | Maret 21, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-21T14:08:38Z




Ambon, iNewsUtama.com  Menyambut malam takbiran Idul Fitri 1447 Hijriah, tokoh dan pemuda Muslim di Kota Ambon menggelar kegiatan silaturahmi bersama pada Kamis (19/03/2026). Kegiatan ini bertujuan menyatukan persepsi agar pelaksanaan takbir keliling tetap berjalan sesuai syariat Islam serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Tradisi malam takbiran di Ambon selama ini identik dengan konvoi keliling yang dilakukan oleh kelompok pemuda dan warga Muslim. Namun, dalam momentum tahun ini, para tokoh agama bersama pemuda berupaya menekankan pentingnya pelaksanaan takbiran yang tertib, aman, dan tidak mengganggu ketertiban umum.

Kegiatan silaturahmi tersebut diinisiasi oleh Pemuda dan Remaja Masjid (Remas) Alhijrah Kampung Jawa Tantui, bekerja sama dengan Polda Maluku. Acara ini mengusung tema “Semarak Takbir dalam Harmoni Islam Ciptakan Suasana Ambon yang Aman, Nyaman dan Damai.”

Hadir dalam kegiatan tersebut para koordinator dan perwakilan kelompok pemuda dari berbagai wilayah di Ambon, di antaranya Kapaha, Galunggung, Kebun Cengkeh, Batu Merah, Kota Jawa, Waihaong, dan Air Salobar.

Tiga tokoh Muslim yang menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut yakni Sahrizal Reza Umasugi selaku Sekretaris Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Provinsi Maluku, Faizal Rizal Ipa, serta Fajrin Hamid.

Dalam pemaparannya, Sahrizal Reza Umasugi menegaskan bahwa takbiran tidak harus dilakukan dengan konvoi kendaraan. Menurutnya, mengagungkan asma Allah dapat dilakukan di masjid maupun di rumah. Ia juga mengingatkan bahwa jika konvoi takbiran mengganggu ketertiban umum, maka hukumnya menjadi tidak diperbolehkan.

Sementara itu, Faizal Rizal Ipa menekankan bahwa Idul Fitri merupakan momentum penyucian diri. Ia mengajak masyarakat untuk memaknai takbiran dengan memperbanyak dzikir seperti takbir, tahmid, dan tasbih, serta menghindari kegiatan berlebihan yang berpotensi mengganggu situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Di sisi lain, Fajrin Hamid menjelaskan bahwa esensi takbiran terletak pada niat. Jika dilakukan dengan tujuan mengagungkan kebesaran Allah dan mengajak orang lain kepada kebaikan, maka akan bernilai pahala. Namun, ia mengingatkan bahwa tindakan seperti ugal-ugalan di jalan, penggunaan knalpot bising, hingga konsumsi minuman keras dan narkoba merupakan perbuatan yang menyimpang dan tidak sesuai dengan nilai-nilai takbiran.

Sebagai penutup, para tokoh dan pemuda yang hadir melakukan deklarasi bersama untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama malam takbiran. Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen menjaga suasana damai di Ambon.

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update