AMBON, iNewsUtama.com — Puluhan mahasiswa dan pemuda asal Manipa menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Polda Maluku, menuntut aparat kepolisian segera menangkap para pelaku dugaan pengeroyokan brutal terhadap Abdullah Mahu alias Afila (18), pemuda asal Manipa yang menjadi korban penganiayaan di kawasan Air Kuning, Kebun Cengkeh, Kecamatan Sirimau.
Aksi yang dipimpin Koordinator Lapangan Usman Warang itu berlangsung penuh emosi. Massa membawa tuntutan agar proses hukum terhadap para terduga pelaku segera dipercepat. Mereka menilai penanganan kasus berjalan lambat, padahal laporan polisi dan sejumlah barang bukti, termasuk rekaman CCTV, telah diserahkan kepada aparat penegak hukum.
“Kami datang bukan untuk membuat keributan. Kami hanya meminta keadilan bagi saudara kami yang menjadi korban pengeroyokan,” teriak salah satu orator, Wandri Makasar, di depan gerbang Polda Maluku.
Dalam aksinya, massa juga menegaskan bahwa masyarakat Manipa tetap menjunjung tinggi nilai perdamaian dan tidak menginginkan konflik berkepanjangan. Namun mereka berharap aparat segera bertindak agar para pelaku tidak bebas berkeliaran di tengah masyarakat.
“Aksi ini murni untuk meminta keadilan. Kami berharap polisi segera menangkap para pelaku,” ujar Wandri.
Kronologi Dugaan Pengeroyokan
Peristiwa penganiayaan itu terjadi pada Senin dini hari, 11 Mei 2026, sekitar pukul 04.00 WIT, di kawasan Lorong Alaka, depan Indomaret Air Kuning, Kebun Cengkeh, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Ambon.
Korban yang bekerja di salah satu usaha kuliner ayam geprek di kawasan tersebut awalnya diminta rekannya untuk mengambil nasi di rumah pemilik usaha. Namun saat melintas di Lorong Sumatera, korban diduga dilempari batu oleh sekelompok pemuda yang sedang berkumpul di sekitar lokasi.
Meski lemparan batu hanya mengenai sepeda motor korban, kelompok tersebut diduga terus mengejar hingga korban terpojok di depan sebuah kios dekat Indomaret Air Kuning. Di lokasi itulah korban
Berdasarkan video yang beredar di media sosial, korban terlihat dipukul secara berulang dan dilempari batu hingga mengalami luka serius di bagian kepala dan tubuh.
Usai kejadian, korban sempat dilarikan ke RS Siloam Ambon sebelum akhirnya dirujuk ke RS Bhayangkara Ambon untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Hingga berita ini diturunkan, aksi demonstrasi masih berlangsung dengan pengamanan ketat aparat kepolisian. Massa mendesak agar dapat bertemu langsung dengan Kapolda Maluku guna memperoleh penjelasan terkait perkembangan penanganan perkara tersebut.
Masyarakat berharap aparat kepolisian dapat segera mengungkap dan menangkap para pelaku agar situasi keamanan tetap kondusif serta kepercayaan publik terhadap penegakan hukum tetap terjaga.(Ia.A)

