Notification

×

Iklan



Iklan



Pasien Lansia Diduga Diusir dari RSUP Leimena, Keluarga Menangis Cari Pertolongan

Senin, 11 Mei 2026 | Mei 11, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-12T06:35:52Z



Ambon,iNewsUtama.com-- Pelayanan kesehatan di RSUP Dr. J. Leimena kembali menuai sorotan tajam. Seorang warga Negeri Hative Besar, Helmi (46), mengaku kecewa dan terpukul setelah dirinya bersama sang ayah, Agus (66), yang tengah sakit, diduga diperlakukan tidak manusiawi oleh oknum pegawai rumah sakit saat mencari pertolongan medis.

Peristiwa memilukan itu terjadi pada Selasa (12/05/2026). Helmi membawa ayahnya ke RSUP Dr. J. Leimena dengan harapan mendapat penanganan medis yang cepat dan layak. Namun harapan tersebut berubah menjadi kekecewaan mendalam setelah pihak rumah sakit disebut tidak memberikan kepastian pelayanan terhadap pasien lanjut usia tersebut.

Menurut pengakuan Helmi, ayahnya tidak segera mendapatkan tindakan medis maupun penjelasan yang jelas dari pihak rumah sakit. Bahkan, keluarga justru diminta membawa Agus ke rumah sakit lain tanpa alasan yang pasti.

“Saya hanya ingin tahu kenapa bapak saya tidak bisa dirawat di sini. Tapi tidak ada penjelasan yang jelas sama sekali,” ungkap Helmi dengan nada kecewa.

Situasi semakin memanas ketika Helmi mencoba meminta penjelasan lebih lanjut kepada petugas rumah sakit. Bukannya mendapatkan solusi, dirinya mengaku menerima perlakuan tidak menyenangkan hingga pegawai rumah sakit diduga memanggil petugas keamanan untuk mengeluarkan dirinya bersama sang ayah dari area rumah sakit.

Kondisi tersebut membuat Helmi panik. Dalam keadaan sang ayah yang masih membutuhkan pertolongan medis, ia terpaksa membawa Agus mencari rumah sakit lain demi mendapatkan penanganan secepatnya.

Saat ini, Agus diketahui telah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Otto Kuyk.

Kejadian ini langsung memicu reaksi keras dari masyarakat. Banyak pihak menilai pelayanan kesehatan seharusnya mengedepankan sisi kemanusiaan, terutama terhadap pasien lanjut usia yang datang dalam kondisi membutuhkan pertolongan darurat.

“Rumah sakit itu tempat orang mencari harapan, bukan tempat pasien diperlakukan seperti beban,” ujar salah satu warga yang turut menyoroti kasus tersebut.

Masyarakat pun mendesak manajemen RSUP Dr. J. Leimena segera memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan pengusiran pasien dan buruknya komunikasi pelayanan terhadap keluarga pasien.

Kasus ini kembali menjadi tamparan keras bagi dunia pelayanan kesehatan di Maluku. Di tengah harapan masyarakat akan pelayanan medis yang profesional dan manusiawi, dugaan perlakuan terhadap pasien lansia ini justru meninggalkan luka, trauma, dan kekecewaan mendalam bagi keluarga kecil yang datang mencari pertolongan.(SLP-iNutGroup)

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update