Notification

×

Iklan



Iklan



Banjir Parah Terjang Siaputi, Warga Teriak Minta Pemerintah Jangan Tutup Mata

Selasa, 19 Mei 2026 | Mei 19, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-19T16:57:57Z




PIRU,iNews Utama.com--Banjir kembali menerjang Dusun Siaputi, Kecamatan Huamual, Kabupaten Piru, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Senin dini hari (18/5/2026). Luapan Sungai Siaputi yang jebol menyebabkan air merendam permukiman warga hingga setinggi lutut orang dewasa.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 04.35 WIT. Curah hujan dengan intensitas tinggi membuat volume air sungai terus meningkat hingga akhirnya meluap dan menghantam rumah-rumah warga secara tiba-tiba.

Warga mengaku panik saat air masuk ke dalam rumah tanpa sempat menyelamatkan banyak barang berharga. Sebagian warga memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman, sementara lainnya bertahan demi menjaga harta benda mereka.

“Air datang sangat cepat dari arah daratan setelah kali jebol. Rumah-rumah langsung terendam,” ujar salah satu warga di lokasi.

Banjir tersebut disebut sebagai yang terparah dalam beberapa tahun terakhir. Meski wilayah itu sebelumnya pernah dilanda banjir, warga menilai ketinggian air kali ini jauh lebih besar dan merusak.

Selain merendam rumah, banjir juga menghancurkan kebun warga dan merusak berbagai barang berharga. Kerugian diperkirakan mencapai jumlah besar. Beruntung, hingga saat ini belum dilaporkan adanya korban jiwa.

Setelah beberapa jam, debit air mulai surut dan warga yang sempat mengungsi perlahan kembali ke rumah masing-masing. Namun, mereka tetap dihantui rasa takut akan kemungkinan banjir susulan jika hujan kembali turun.

Yang membuat warga kecewa, satu hari pasca-bencana belum terlihat adanya respons nyata dari pemerintah kecamatan maupun Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat.

Warga berharap pemerintah segera turun tangan memberikan bantuan darurat berupa sembako, obat-obatan, dan kebutuhan pokok lainnya bagi korban terdampak.

Tak hanya bantuan kemanusiaan, masyarakat juga mendesak Pemerintah Provinsi Maluku, khususnya Dinas PUPR dan Bupati SBB, segera membangun talud penahan sungai guna mencegah banjir berulang.

“Kami minta pemerintah jangan tutup mata terhadap penderitaan masyarakat Siaputi. Kami butuh talud supaya merasa aman seperti desa-desa lain,” tegas warga.

Masyarakat kini hanya bisa berharap ada langkah cepat dari pemerintah sebelum bencana serupa kembali terjadi dan memakan korban yang lebih besar.

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update