Notification

×

Iklan



Iklan



LBH Hunimua: ajak masyarakat lawan narasi profokatif : ini ancaman yang dapat merusak toleransi orang Basudara di maluku

Rabu, 11 Maret 2026 | Maret 11, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-12T00:32:39Z




Ambon – inewsutama.com – Yayasan Pusat Konsultasi dan Lembaga Bantuan Hukum Hunimua (YPK LBH-H) mengajak seluruh masyarakat Maluku untuk tidak mudah terprovokasi oleh berbagai narasi yang bersifat provokatif, terutama yang beredar di media sosial maupun di ruang publik.

YPK LBH-H menilai, penyebaran narasi yang memicu emosi, kebencian, dan permusuhan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat serta mengganggu stabilitas dan ketertiban umum.

Sebagai bagian dari masyarakat yang menjunjung tinggi hukum dan demokrasi, seluruh pihak diharapkan dapat menyampaikan pendapat secara bijak, bertanggung jawab, serta berdasarkan fakta yang benar.

“Perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam kehidupan berdemokrasi. Namun, hal tersebut tidak boleh dijadikan alasan untuk menyebarkan informasi yang menyesatkan ataupun memecah belah persatuan,” demikian imbauan YPK LBH-H.

Selain itu, lembaga bantuan hukum tersebut juga mengingatkan bahwa kebebasan berpendapat memang dijamin oleh hukum. Namun demikian, kebebasan tersebut harus disertai dengan tanggung jawab moral dan hukum agar tidak menimbulkan dampak negatif di tengah masyarakat.

Menurut YPK LBH-H, Maluku merupakan rumah bersama yang dibangun di atas nilai keberagaman dan toleransi antarumat beragama. Nilai-nilai kearifan lokal seperti “potong di kuku rasa di daging,” “ale rasa beta rasa,” serta “sagu salempeng dibagi dua” merupakan falsafah hidup masyarakat Maluku yang harus terus dijaga.

Namun saat ini, muncul berbagai narasi propaganda yang diduga membawa kepentingan tertentu dan berpotensi memecah belah persatuan serta kerukunan antarumat beragama di Provinsi Maluku.

“Kebencian hanya akan melahirkan perpecahan yang pada akhirnya merusak kepercayaan publik terhadap pemerintah maupun antar sesama masyarakat,” tegas YPK LBH-H.

Karena itu, masyarakat diimbau agar tidak mudah terpancing oleh berbagai hasutan yang sengaja disebarkan untuk memicu kemarahan di antara sesama anak bangsa yang selama ini hidup dalam semangat persaudaraan.

Lebih lanjut, YPK LBH-H menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Maluku atau falsafah hidup orang Basudara yang menjunjung tinggi adat istiadat, budaya gotong royong, serta solidaritas sosial.

Peran tokoh masyarakat, tokoh agama, serta dukungan pemerintah daerah juga dinilai sangat penting dalam menjaga keberagaman sebagai kekuatan utama masyarakat Maluku.

“Melalui momentum ini, kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus memperkuat kerukunan, toleransi, dan menjaga kedamaian yang telah terbangun sejak lama di tengah masyarakat Maluku,” ujar YPK LBH-H.

Masyarakat juga diminta untuk menghindari narasi propaganda yang berpotensi menimbulkan intoleransi, konflik sosial, dan perpecahan di tengah kehidupan masyarakat. Dengan semangat persaudaraan orang Basudara, Maluku diharapkan tetap menjadi daerah yang aman, damai, dan harmonis.

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update