Ambon, iNewsUtama.com — Realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di Provinsi Maluku tahun 2025 menunjukkan tren penurunan signifikan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, nilai investasi PMDN Maluku turun dari Rp254,7 miliar pada triwulan I menjadi Rp251,6 miliar di triwulan II, dan merosot tajam hingga Rp151,2 miliar pada triwulan III tahun 2025.
Penurunan ini memunculkan sorotan terhadap kinerja Gubernur Maluku dalam menjaring investor. Pengamat kebijakan publik, W. Tomson, menilai lemahnya kemampuan pemerintah daerah dalam mempromosikan potensi daerah menjadi salah satu penyebab utama penurunan investasi.
“Maluku punya potensi besar di sektor pariwisata, perikanan, dan pertambangan. Namun potensi itu belum dimanfaatkan secara maksimal karena lemahnya promosi investasi, keterbatasan infrastruktur, serta rendahnya transparansi dan akuntabilitas pengelolaan investasi,” ungkap Tomson, Jumat (7/2/2025).
Menurutnya, pemerintah provinsi perlu segera melakukan evaluasi mendalam dan menyusun strategi baru yang lebih efektif untuk menarik minat investor.
Ia menambahkan, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan birokrasi yang responsif juga menjadi faktor penting dalam mendorong iklim investasi yang sehat di daerah.
“Tanpa pembenahan birokrasi dan peningkatan kapasitas aparatur, investor akan terus ragu. Pemerintah harus lebih terbuka, profesional, dan memberikan jaminan kepastian hukum bagi pelaku usaha,” tegasnya.
Selain itu, kerja sama dengan pemerintah pusat dan lembaga internasional dinilai penting untuk memperluas akses investasi serta mendukung pengembangan infrastruktur di Maluku.
Tomson menekankan perlunya pemerintah daerah memiliki strategi investasi jangka panjang yang jelas dan terarah. Dengan begitu, investasi dapat tumbuh berkelanjutan dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

