Notification

×

Iklan



Iklan



Fadli Toisutta: Generasi Muda Harus Jadi Kunci Gerakan Kemanusiaan di Maluku

Minggu, 15 Februari 2026 | Februari 15, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-15T16:10:12Z



Ambon, iNewsutama.comDialog inspiratif bertajuk “Ramadhan Inspirasi” resmi digelar di Kafe Media Graha Ambon Ekspres, Minggu (15/2/2026). Acara ini sekaligus menandai peluncuran logo baru Rumah Inspirasi & Literasi Maluku serta pembukaan program Sedekah Kurma – Sedekah Inspirasi, yang akan menjangkau sejumlah desa dan dusun di Kota Ambon, Kabupaten Maluku Tengah, dan Seram Bagian Barat.

Pembukaan program dilakukan oleh Ketua BPC HIPMI Kota Ambon sekaligus anggota DPRD Kota Ambon, Muhammad Fadli Toisutta, yang juga menjadi pembicara kunci (keynote speaker) dalam dialog tersebut.

Dalam sambutannya, Fadli menekankan pentingnya kolaborasi sosial lintas sektor dalam memperkuat solidaritas masyarakat di bulan suci Ramadhan.

“Gerakan sedekah seperti ini bukan sekadar kegiatan berbagi, tetapi upaya membangun solidaritas sosial dan kepedulian bersama. Ramadhan harus menjadi momentum memperkuat empati dan gotong royong. Pemerintah dan sektor usaha tentu mendukung gerakan sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ujar Toisutta.

Ia menambahkan, keterlibatan komunitas, pelaku usaha, dan generasi muda menjadi kunci utama keberlanjutan gerakan kemanusiaan di Maluku.

Dialog inspiratif tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya akademisi Universitas Muhammadiyah Maluku sekaligus pengurus PW Pemuda Muhammadiyah Maluku, Ismail Borut; Kepala Divisi Program dan Pendayagunaan Laznas BMH Maluku, Zulkarnain; serta perwakilan DPD KNPI Maluku, Usman Bugis.

Dalam paparannya, Ismail Borut menjelaskan bahwa sedekah memiliki nilai sosial yang mendalam.

“Dalam perspektif sosial-keagamaan, sedekah bukan hanya tindakan karitatif, tetapi mekanisme membangun kohesi sosial. Praktik berbagi menumbuhkan solidaritas, mengurangi kesenjangan, dan memperkuat rasa kebersamaan dalam masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Zulkarnain menyoroti tantangan pelaksanaan program kemanusiaan di wilayah kepulauan seperti Maluku.

“Tantangan utama kerja kemanusiaan di Maluku adalah akses wilayah dan keterbatasan distribusi. Namun semangat masyarakat untuk berbagi sangat besar. Kolaborasi dengan komunitas lokal menjadi kunci agar bantuan dapat menjangkau daerah terpencil,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa lembaganya secara nasional mengelola dana zakat, infak, sedekah, wakaf, dan CSR untuk mendukung program pendidikan, dakwah, sosial, serta pemberdayaan ekonomi.

Direktur Rumah Inspirasi & Literasi Maluku, Fahrul Kaisuku, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi awal dari kolaborasi tahunan bersama Roemah Beta Kreatif.

“Sedekah Inspirasi – Sedekah Kurma merupakan program rutin lima tahun terakhir setiap Ramadhan. Tahun ini kami ingin memperluas jangkauan dan mengoptimalkan partisipasi masyarakat agar manfaatnya lebih luas,” ungkapnya.

Menurutnya, Rumah Inspirasi merupakan perkumpulan relawan sosial yang berdiri sejak 2014 dan berfokus pada literasi, pendidikan nonformal, penyantunan sosial, serta pelestarian lingkungan. Organisasi ini telah membangun taman baca di Negeri Iha Kulur dan aktif di berbagai kegiatan sosial di Pulau Seram serta Kota Ambon.

Direktur Roemah Beta Kreatif, Farham Suneth, menegaskan bahwa kerja kemanusiaan membutuhkan sinergi lintas pihak.

“Melalui program ini, kami mengajak masyarakat merawat empati dengan berbagi sedekah, bukan hanya kurma tetapi juga Al-Qur’an dan paket kebutuhan ibadah. Kami turun langsung ke kabupaten, desa, hingga dusun,” ujarnya.

Program Sedekah Kurma – Sedekah Inspirasi menjadikan Kafe Media Graha Ambon Ekspres sebagai pusat pengumpulan donasi. Masyarakat dapat menyalurkan sumbangan kurma dan perlengkapan ibadah secara langsung di lokasi tersebut sebelum tim relawan mendistribusikannya ke berbagai wilayah sasaran.

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update