Ambon,iNewsUtama.com--Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku angkat bicara sekaligus mengklarifikasi isu miring terkait pemberitaan salah satu media online yang menyebut adanya pekerjaan proyek Irigasi Sariputih bermasalah.
Melalui Satuan Kerja (Satker) Wilayah IV, BWS Maluku menegaskan bahwa pekerjaan perbaikan saluran Irigasi Sariputih yang saat ini berlangsung bukan merupakan tanggung jawab BWS, melainkan ditangani oleh Pemerintah Provinsi Maluku menggunakan anggaran APBD Tahun 2025.
“Kerusakan saluran irigasi sudah ditangani Pemprov Maluku dengan dana APBD. Artinya, pekerjaan yang sedang berjalan bukan dikerjakan oleh BWS,” tegas pihak Satker kepada wartawan iNews Utama, Minggu (8/2/2026).
Satker juga membantah tudingan sejumlah LSM yang menyebut proyek irigasi senilai Rp18 miliar tersebut bermasalah. Menurutnya, fakta di lapangan menunjukkan pekerjaan masih berlangsung dan dalam tahap perbaikan.
Ia menilai aksi demonstrasi yang dilakukan sejumlah LSM di depan Kantor BWS Maluku sebagai keliru sasaran, karena proyek tersebut bukan sepenuhnya kewenangan BWS.
“Aksi demo itu salah tempat. Pekerjaan bukan dilaksanakan BWS, tetapi oleh pemerintah provinsi menggunakan dana APBD,” ujarnya.
Lebih lanjut, BWS menilai pemberitaan yang mengaitkan proyek bermasalah dengan pihaknya terkesan membangun asumsi liar dan menggiring opini publik tanpa dasar yang jelas.
“Kalau memang ada bukti, silakan lapor ke pihak berwenang. Jangan membangun narasi atau opini yang menyesatkan masyarakat,” tambahnya.
Satker menegaskan, tidak ada proyek Irigasi Sariputih milik BWS yang bermasalah pada tahun anggaran 2025. Pihaknya juga menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat, namun meminta tudingan disampaikan secara objektif dan berbasis data.
“Kalau ada yang bermasalah, sampaikan secara terbuka dengan data. Jangan asal fitnah,” tegasnya.
Menanggapi tudingan adanya potensi korupsi dalam pelaksanaan proyek, Satker menampik keras hal tersebut. Ia memastikan seluruh proses pekerjaan dilaksanakan secara transparan dan akuntabel, serta melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk aparat penegak hukum.
Menurutnya, seluruh tahapan proyek telah direncanakan dan diawasi secara ketat sehingga pekerjaan berjalan sesuai rencana.
Saat ini, kondisi proyek disebut aman dan hampir rampung sehingga segera dapat dimanfaatkan masyarakat setempat.
BWS Maluku berharap masyarakat tidak mudah terpengaruh isu provokatif atau opini yang menyesatkan yang berpotensi menimbulkan keresahan.
“Kami berharap masyarakat tidak termakan isu-isu yang tidak benar. Jangan sampai persoalan ini dipolitisasi atau dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi,” pungkasnya.(RS_iNUT)

