Notification

×

Iklan



Iklan



Pelayanan RSU Bhakti Rahayu Ambon Dikeluhkan: Pasien Dibiarkan Menjerit Berjam-Jam Tanpa Penanganan

Minggu, 30 November 2025 | November 30, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-11-30T09:53:36Z

 


Ambon,iNewsUtama.com-- Pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Bhakti Rahayu Ambon kembali menuai sorotan. Sejumlah pasien dan keluarga mengeluhkan lambatnya penanganan medis hingga pasien merasa sengsara berjam-jam tanpa perhatian serius dari petugas.

Keluhan itu mencuat setelah seorang pasien bernama Maria Leunupun yang juga merupakan seorang Jurnalis disebut dibiarkan tanpa penanganan memadai, meski kondisinya semakin memburuk. Bahkan, air infus milik Maria dikabarkan habis selama berjam-jam tanpa penggantian, meski pihak keluarga telah berulang kali melaporkannya kepada tenaga kesehatan yang bertugas dan baru digantikan 2 jam kemudian. 

“Air infus habis berjam-jam, tapi tidak ada petugas yang datang mengganti. Sudah diberitahu berulang kali, tapi tidak digubris. Ini pelayanan atau pembiaran?” kesal keluarga pasien. 

Situasi semakin memanas ketika rekan rekan se-profesi Maria datang menjeguknya, bahkan berupaya mengevakuasi Maria ke RS Siloam Ambon, karena kondisinya yang dilihat cukup prihatin dan dikhawatirkan makin kritis.

Namun, proses pemindahan justru sempat terhambat lantaran petugas harus meminta izin terlebih dahulu dari Direktur RS Bhakti Rahayu.

Diketahui, Maria sebelumnya sempat dirawat pada (21/11/2025), dan dinyatakan mengalami sakit lambung namun beberapa hari kemudian ia dipulangkan padahal kondisinya masih sangat kritis. 

Hal ini menimbulkan pertanyaan dari pihak keluarga, apakah hal ini disebabkan karena pasien dirawat menggunakan BPJS, sehingga masa rawat inap dibatasi meski kondisi kesehatan masih menghawatirkan. 

Karena kondisi Maria yang tak kunjung membaik, keluarga kemudian melarikan Maria pada sabtu kemarin sekitar pukul 05.00 Wit. Namun bukannya membaik, keluarga menyebut kondisi Maria justru semakin buruk setelah obat yang diberikan membuat tubuhnya membengkak dan menimbulkan rasa sakit.

“Sabtu kemarin jam 05.00 subuh masuk RS lagi. Tapi infus baru diganti 2 jam kemudian setelah anaknya melapor berkali-kali. Bahkan obat yang diberikan bukan bikin sembuh, malah makin sakit dan badan-badan Maria juga turut bengkak,” tutur keluarga pasien. 

Selain pelayanan yang dikeluhkan, kondisi fisik RSU Bhakti Rahayu juga menjadi sorotan. Beberapa awak media yang memantau lansung menemukan ruang rawat pasien masih menggunakan kipas angin manual, bagian loteng tampak berjamur dan lembab, kebersihan tidak dijaga sebagaimana standar fasilitas kesehatan. 

Hingga berita ini diturunkan, Direktur RSU Bhakti Rahayu Ambon belum berhasil dikonfirmasi terkait dugaan kelalaian pelayanan tersebut.

Agar supaya masalah seperti ini diselesaikan oleh pihak rumah sakit serta memperbaiki sistem pelayanan kesehatan agar kejadian sperti ini tidak terulang. (Tim)

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update