Ambon, iNewsUtama.com — Gelombang kekecewaan melanda para pedagang Pasar Mardika, Kota Ambon. Mereka menuding pemerintahan Lawamena gagal berpihak pada rakyat kecil dan justru menambah beban hidup dengan berbagai pungutan baru yang dinilai tidak masuk akal.
Sejumlah pedagang mengaku, dalam beberapa pekan terakhir mereka dipungut biaya tambahan, mulai dari uang sampah Rp5.000, parkir Rp5.000, hingga karcis tambahan sebesar Rp13.500 yang tiba-tiba diberlakukan tanpa penjelasan jelas.
“Katong su bayar sampah, bayar parkir, tiba-tiba datang karcis baru Rp13.500. Ekonomi sekarang parah, pendapatan turun, tapi pungutan tambah banyak. Ini sudah pungli!” ujar salah satu pedagang dengan nada kesal, Rabu (22/10/2025).
Para pedagang menilai, kebijakan tersebut merupakan bentuk pungutan liar (pungli) yang mencerminkan ketidakpedulian pemerintah terhadap kondisi ekonomi masyarakat kecil. Mereka mendesak Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku untuk segera turun tangan menertibkan dugaan praktik pungli yang disebut-sebut dilakukan oleh oknum petugas Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta pihak ketiga pengelola pasar.
“Kalau pemerintah tutup mata, berarti mereka ikut menikmati hasil pungli ini,” tegas seorang pedagang lainnya.
Kekecewaan semakin memuncak ketika para pedagang menyinggung janji-janji kampanye pasangan Lawamena, yang dinilai tidak terbukti setelah menjabat.
“Kami pikir nasib buruk kami selesai setelah ganti pemerintahan. Ternyata lebih parah! Pemerintah sekarang bukan bantu rakyat kecil, tapi peras rakyat kecil. Apakah ini yang disebut Lawamena?” sindir pedagang tersebut.
Para pedagang bahkan mengancam akan melakukan aksi besar-besaran dan menyatakan mosi tidak percaya terhadap pemerintahan Lawamena apabila tidak ada langkah nyata untuk memperbaiki kebijakan yang dinilai merugikan masyarakat kecil.
“Dari subuh sampai malam kami berjuang, tapi pemerintah hanya tahu menagih. Tidak ada solusi, tidak ada keadilan. Pemerintahan ini penuh sandiwara!” tutup mereka dengan nada tegas.(SLP)

