Notification

×

Iklan



Iklan



Dugaan Tunggakan SPP Tiga Semester, Kerja Sama Pemkab SBT dan Unpatti Disorot

Minggu, 01 Juni 2025 | Juni 01, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-06-01T11:04:28Z



Bula, iNewsUtama.com Kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) dan Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon dalam program peningkatan kualitas guru kini menuai sorotan. Pasalnya, sebanyak 73 guru peserta program tersebut diduga menanggung sendiri biaya kuliah selama tiga semester terakhir tanpa ada penggantian dana dari pemerintah daerah.

Program kerja sama yang dimulai sejak tahun 2022 itu melibatkan Dinas Pendidikan SBT dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unpatti. Tujuannya adalah mendorong para guru di SBT meraih gelar sarjana guna meningkatkan mutu pendidikan di daerah. Namun, dukungan finansial yang dijanjikan dinilai tidak berjalan sesuai harapan.

Seorang guru peserta program, yang enggan disebutkan namanya, mengungkapkan bahwa sejak November 2024, pembayaran uang kuliah dilakukan secara pribadi oleh para guru karena dana bantuan dari pemerintah tidak kunjung cair. Ia menyebutkan, besaran biaya per semester mencapai Rp2.500.000.

“Kami telah konfirmasi ke dinas, dan dijanjikan bahwa biaya yang kami tanggung pribadi itu akan diganti. Kami disuruh bayar dulu, nanti dananya dikembalikan. Tapi sampai sekarang tidak ada kejelasan,” ujarnya kepada iNewsUtama.com, Sabtu (1/6/2025).

Lebih lanjut, guru tersebut menambahkan bahwa berbagai upaya telah dilakukan bersama rekan-rekan guru lainnya untuk meminta kejelasan pengembalian dana, namun hasilnya nihil. Hingga saat ini, tidak ada kepastian atau realisasi dari pihak Dinas Pendidikan SBT.

“Kami tidak masalah jika harus keluarkan dana pribadi, tapi kami hanya minta komitmen. Ini menyangkut janji pemerintah daerah yang sebelumnya mendukung penuh program ini. Tolong jangan dibiarkan berlarut,” tegasnya.

Kerja sama antara Pemkab SBT dan Unpatti sejatinya menjadi langkah positif dalam pembangunan sumber daya manusia. Namun, dugaan kelalaian dalam pelaksanaan pendanaan ini berpotensi mencoreng niat baik program tersebut.

Hingga berita ini dipublikasikan, belum ada tanggapan resmi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Seram Bagian Timur terkait tunggakan biaya pendidikan tersebut. (MHY - Reporter iNewsutama.com)

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update