Notification

×

Iklan



Iklan



Pemerintah Gelar Sidang Isbat Penetapan Awal Ramadan 28 Februari 2025

Rabu, 12 Februari 2025 | Februari 12, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-02-12T14:17:08Z


Jakarta,iNewsutama.com - Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar sidang isbat untuk menetapkan awal Bulan Ramadan 1446 Hijriah pada Jumat, 28 Februari 2025. Sidang ini bertujuan menentukan awal bulan puasa bagi umat Islam di Indonesia.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menyatakan bahwa sidang isbat akan berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi, Kementerian Agama, Jakarta Pusat. Menteri Agama Nasaruddin Umar dijadwalkan memimpin sidang tersebut.

"Seperti tahun-tahun sebelumnya, sidang ini akan dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk perwakilan ormas Islam, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), ahli falak, serta perwakilan dari DPR dan Mahkamah Agung," ujar Abu Rokhmad dalam rilis resmi Kemenag, Senin (10/2).

Abu Rokhmad menjelaskan bahwa sidang isbat akan melalui tiga tahapan utama. Pertama, pemaparan data posisi hilal berdasarkan perhitungan astronomi atau hisab. Kedua, verifikasi hasil rukyatul hilal yang dilakukan di berbagai titik pemantauan di seluruh Indonesia.

"Tahap ketiga adalah musyawarah dan pengambilan keputusan yang nantinya akan diumumkan kepada publik," jelasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil sidang isbat dan pengumuman resmi pemerintah terkait awal Ramadan 1446 H. Hal ini sesuai dengan Fatwa MUI No. 2 Tahun 2004 tentang Penetapan Awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah.

"Kita berharap umat Islam di Indonesia bisa mengawali Ramadan tahun ini secara bersama-sama," tambahnya.

Di kesempatan terpisah, Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah (Urais Binsyar) Ditjen Bimas Islam Kemenag, Arsad Hidayat, menyampaikan bahwa berdasarkan perhitungan hisab awal Ramadan 1446 H, ijtimak akan terjadi pada Jumat, 28 Februari 2025, sekitar pukul 07.44 WIB.

"Pada hari tersebut, ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia sudah di atas ufuk, berkisar antara 3° 5,91’ hingga 4° 40,96’, dengan sudut elongasi antara 4° 47,03’ hingga 6° 24,14’," ungkap Arsad.

Dengan kriteria tersebut, secara astronomi terdapat indikasi kuat bahwa hilal akan terlihat. Data hisab ini akan dikonfirmasi melalui proses pemantauan hilal atau rukyatul hilal yang dilakukan Kemenag bekerja sama dengan Kantor Wilayah Kemenag di berbagai daerah.

Hasil hisab dan rukyat akan dipaparkan dalam sidang isbat yang dipimpin langsung oleh Menteri Agama. Keputusan yang dihasilkan akan menjadi acuan bagi umat Islam di Indonesia dalam memulai ibadah puasa Ramadan 1446 H.(NET)

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update