Notification

×

Iklan



Iklan



Sekretaris MUI SBB Desak Polisi Tangkap Seluruh Pelaku Pembacokan Rafli Bufakar, Soroti Dugaan Upaya Ciptakan Konflik Sosial

Kamis, 04 Juni 2026 | Juni 04, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-04T10:37:47Z




AMBON,iNewsUtama.com--Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) angkat bicara terkait kasus penyerangan dan pembacokan yang menimpa Rafli Bufakar. MUI mendesak Kepolisian Resor Seram Bagian Barat segera menangkap seluruh pelaku dan mengusut tuntas aktor di balik peristiwa yang dinilai berpotensi mengganggu stabilitas keamanan masyarakat.


Sekretaris MUI Kabupaten Seram Bagian Barat, Syuaib Pattimura, menegaskan bahwa kasus pembacokan terhadap Rafli Bufakar tidak boleh dipandang sebatas tindak kriminal biasa. Menurutnya, terdapat indikasi yang perlu didalami aparat terkait kemungkinan adanya pihak-pihak tertentu yang sengaja memanfaatkan situasi untuk menciptakan keresahan sosial di tengah masyarakat.


"Ada dugaan bahwa peristiwa ini bukan sekadar tindak kriminal spontan. Kami melihat kemungkinan adanya pihak tertentu yang merancang skenario untuk menciptakan kekacauan dan konflik di tengah masyarakat dengan memanfaatkan momentum Idul Adha," ujar Pattimura saat dihubungi, Rabu (3/6/2026).


Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap penanganan kasus pembacokan yang menyebabkan Rafli Bufakar mengalami luka berat dan harus menjalani operasi besar di Rumah Sakit Bakti Rahayu Ambon.


Menurut Pattimura, lambannya pengungkapan kasus berpotensi memunculkan berbagai spekulasi yang dapat memperkeruh suasana dan memicu ketegangan sosial di tengah masyarakat Seram Bagian Barat.


Karena itu, ia meminta aparat kepolisian bergerak cepat, profesional, dan transparan dalam mengungkap seluruh fakta di balik peristiwa berdarah tersebut.


"Peristiwa ini jangan sampai dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk membangun narasi saling curiga di antara kelompok masyarakat. Aparat harus segera mengungkap siapa aktor di balik peristiwa ini dan apa motif sebenarnya," tegasnya.


MUI SBB juga menuntut agar tidak ada perlakuan istimewa terhadap siapapun yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.


Pattimura menegaskan bahwa penegakan hukum harus dilakukan secara adil tanpa tebang pilih demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.


"Siapapun yang terlibat harus ditangkap. Tidak boleh ada yang dilindungi. Tidak boleh ada tebang pilih. Semua pihak yang terbukti terlibat harus diproses sesuai hukum yang berlaku," katanya.


Desakan tersebut muncul seiring pertanyaan masyarakat mengenai perkembangan penyidikan kasus yang hingga kini masih menjadi perhatian luas publik. Warga berharap aparat tidak hanya menangkap pelaku lapangan, tetapi juga mengungkap pihak-pihak yang diduga berperan dalam merencanakan maupun menggerakkan aksi kekerasan tersebut.


Di sisi lain, Pattimura mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga situasi keamanan dan tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi yang belum terverifikasi.


Namun ia menegaskan, imbauan untuk menjaga ketenangan harus dibarengi langkah nyata dari aparat penegak hukum dalam mengusut kasus tersebut secara menyeluruh.


"Kami mengajak masyarakat tetap menahan diri dan mempercayakan proses hukum kepada kepolisian. Tetapi kepercayaan itu harus dijawab dengan tindakan nyata berupa pengungkapan kasus secara terang benderang dan penangkapan seluruh pelaku," ujarnya.


Menurutnya, keberhasilan aparat membongkar kasus ini hingga ke akar-akarnya akan menjadi ujian penting bagi penegakan hukum sekaligus langkah strategis dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Seram Bagian Barat.


"Korban berhak mendapatkan keadilan. Masyarakat juga berhak mendapatkan kepastian hukum. Penegakan hukum yang cepat, adil, dan transparan adalah kunci menjaga kepercayaan publik serta mencegah munculnya konflik sosial yang lebih luas," pungkas Pattimura.

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update