Notification

×

Iklan



Iklan



Hendrik Lewerissa dan Murad Ismail: Lawan Sepadan di Pilkada Maluku 2024

Selasa, 09 Juli 2024 | Juli 09, 2024 WIB | 0 Views Last Updated 2024-07-09T17:26:30Z
Hendrik Lawan Sepadan Murad


AMBON, iNEW UTAMA.COM--Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan Partai Golongan Karya (Golkar) dikabarkan akan mengusung Hendrik Lewerissa sebagai calon Gubernur Maluku. Pengamat politik menilai, Hendrik bisa menjadi lawan sepadan bagi petahana Murad Ismail.

Bocoran informasi mengenai rencana koalisi Gerindra dan Golkar ini disampaikan oleh Ketua DPD Partai Golkar Maluku. Bahkan, ia memastikan maju sebagai bakal calon gubernur berpasangan dengan Hendrik Lewerissa. Hendrik, yang merupakan anggota DPR daerah pemilihan Maluku periode 2019-2024 dan terpilih kembali untuk periode berikutnya, juga telah menyatakan siap bertarung di Pilkada kali ini.

Dukungan kepada Hendrik terus mengalir, baik dari internal Gerindra maupun masyarakat. Salah satu pengurus DPD Gerindra Maluku menyatakan bahwa sudah saatnya Hendrik mengambil bagian di Pilkada Gubernur 2024. Menurutnya, Gerindra maupun Hendrik sudah memiliki modal politik yang kuat. Terpilihnya Prabowo Subianto sebagai Presiden juga dinilai akan memudahkan lobi politik ke pemerintah pusat untuk kepentingan masyarakat Maluku, terutama jika Hendrik, sebagai kader Gerindra, terpilih sebagai gubernur.

"Saatnya Gerindra ambil bagian dengan mengusung kader di Pilgub Maluku. Keliru jika calon yang diusung bukan kader. Sudah banyak hal kami rasakan. Kita berharap Pak Hendrik ada di bagian ini," kata seorang kader Gerindra yang meminta namanya tidak dipublikasikan kepada iNEWS UTAMA.COM, Selasa (9/7/2024).

Pengurus DPC Gerindra Kota Ambon juga berharap demikian, bahwa Gerindra harus memprioritaskan kadernya sebagai calon gubernur. Oleh karena itu, ia berharap Hendrik Lewerissa, yang disingkat HL, tidak perlu ragu untuk bertarung di Pilgub kali ini.

"Ini saatnya Gerindra melalui Pak Hendrik ada di panggung konstestasi Pilkada Gubernur Maluku. Jangan lagi non-kader," tegasnya.

Pengamat politik Universitas Pattimura Ambon, Said Lestaluhu, mengatakan bahwa para kandidat yang ingin bertarung pada Pilgub Maluku harus mengantongi rekomendasi partai politik terlebih dahulu. Hingga saat ini, pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur, Murad Ismail dan Michael Wattimena, telah memenuhi syarat dukungan pencalonan dengan mengantongi rekomendasi Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrat, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Menurut Said, Murad Ismail dengan status sebagai petahana memang memiliki kelebihan dibanding kandidat lain. Hasil survei beberapa lembaga menunjukkan elektabilitas mantan Komandan Korps Brimob Polri itu tinggi dibanding kandidat lainnya. Tiga partai yang mengusung Murad Ismail dan Michael Wattimena juga mendulang suara signifikan pada Pileg Februari 2024 lalu. Kandidat lain perlu membangun koalisi yang kuat dan solid untuk menghadapi Murad.

Oleh karena itu, lanjut Said, jika Gerindra dan Golkar berkoalisi, akan menjadi poros kekuatan baru untuk menghadapi koalisi PAN, Demokrat, dan PKS bersama pasangan kandidat yang mereka usung. "Jika benar terjadi koalisi Gerindra-Golkar dengan mengusung Hendrik Lewerissa dan Ramli Umasugi sebagai bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku, maka pasangan ini cukup diperhitungkan karena menjadi satu kekuatan baru melawan petahana maupun calon lainnya," kata Said.

Said menambahkan, personalitas Hendrik dan Ramli tidak bisa dianggap remeh. Kedua politisi senior memiliki rekam jejak panjang di panggung politik Maluku sehingga basis massa mereka relatif masih terjaga. Hendrik terpilih sebagai wakil rakyat Maluku dua periode berturut-turut di Senayan, membuktikan bahwa ia masih dipilih oleh masyarakat meskipun arena dan dinamika pertarungan Pileg dan Pilkada berbeda. Isu bahwa Hendrik akan bertarung di Pilgub sudah terbangun di publik sehingga tetap menjadi perbincangan baik di kalangan elit maupun masyarakat akar rumput.

Sementara Ramli, yang merupakan Bupati Buru dua periode, meski akhirnya kalah pada Pileg 2024 untuk perebutan kursi DPR RI, namun tetap memiliki pemilih fanatik. Dari aspek wilayah, Ramli bisa memaksimalkan potensi suara Kabupaten Buru. Sedangkan Hendrik di Kota Ambon, Maluku Tengah, maupun Seram dan lainnya, sudah memiliki pemilih fanatik.

"Meski dengan indikator itu, namun harus diakui juga bahwa kelebihan incumbent sudah teruji elektoralnya. Tergantung bagaimana isu dimainkan masing-masing tim bakal calon di lapangan. Karena rata-rata pemilih kita terbagi pada beberapa kategori, yaitu rasional, emosional termasuk pemilih pragmatis," jelas Said.

Menurut Said, Hendrik bisa menggunakan instrumen Koalisi Indonesia Maju (KIM) maupun pemerintahan hingga daerah setelah Prabowo Subianto, Ketua Umum Gerindra, dilantik sebagai Presiden pada Oktober nanti. Namun, sepertinya sulit karena PAN dan Demokrat yang merupakan bagian dari KIM, sudah merekomendasikan pasangan Murad Ismail-Michael Wattimena. "Pasti ada komunikasi di antara mereka seperti apa, jika benar menggunakan kekuatan pusat oleh Gerindra-Golkar di Pilgub nanti," jelasnya.

Dia menambahkan, Murad akan kesulitan mempertahankan kemenangan jika ada tiga pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur yang akan bertarung. "Kalau tiga pasangan maka persaingan sangat ketat bagi Murad sebagai petahana. Semua menjadi pengganggu baginya," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Hendrik Lewerissa telah menyatakan sikap akan maju sebagai calon gubernur Maluku. Namun, ia belum memastikan berpasangan dengan siapa. Belakangan, tersiar kabar bahwa Hendrik akan menggandeng Ramli Umasugi. Informasi ini diperkuat dengan pernyataan Ramli beberapa waktu lalu yang membenarkan bahwa sudah ada komunikasi antara dia dengan Hendrik untuk berpasangan di Pilgub Maluku.

"Kedua belah pihak, kami sudah bertemu beberapa kali dan sampai ke DPP Gerindra juga sudah sepakat tinggal menunggu rekomendasi Golkar," kata Ramli kepada Ambon Ekspres, Senin (1/7/2024). Ia mengaku, tinggal menunggu waktu setelah rekomendasi kedua partai dikeluarkan DPP, maka selanjutnya dilakukan deklarasi. "Saya dengan Pak Hendrik sudah fix. Tinggal menunggu waktu, setelah menerima rekomendasi kembali ke Ambon dan deklarasi," jelas Ramli.

Untuk diketahui, Gerindra memperoleh lima kursi dan Golkar memperoleh empat kursi di DPRD Maluku. Dengan sembilan kursi tersebut, dua partai ini sudah bisa mengusung calon gubernur dan wakil gubernur Maluku.(TIM)

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update