AMBON, iNEWS UTAMA.COM - Masyarakat di seluruh dunia, termasuk di Kota Ambon, tengah merasakan euforia menyaksikan pertandingan Piala Copa Amerika dan Piala Eropa yang telah memasuki babak final. Euforia ini tampaknya telah memengaruhi seorang oknum operator di SD Negeri 4 Halong, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, berinisial SS, yang diduga menggunakan inventaris sekolah untuk mengadakan acara nonton bareng (nobar) di kediaman pribadinya.
Tindakan yang dilakukan oleh oknum tersebut telah menimbulkan keresahan di kalangan warga sekitar. Mereka merasa bahwa tidak pantas inventaris sekolah dibawa keluar dari lingkungan sekolah dan digunakan untuk keperluan pribadi. "Yang kami sesalkan, ternyata infokus yang digunakan untuk nonton bareng di rumahnya itu inventaris dinas, dalam hal ini milik SD Negeri 4 Halong," kata salah seorang warga Halong, yang meminta namanya tidak disebutkan, kepada wartawan di Ambon, Rabu (10/7).
Menurutnya, selama ini warga merasa dikelabui oleh oknum tersebut. "Kami kira selama ini infokus itu milik oknum tersebut, ternyata belakangan baru diketahui bahwa infokus itu milik sekolah," terangnya.
Dikatakan bahwa penggunaan inventaris sekolah ini baru terungkap setelah sejumlah siswa dari sekolah tersebut mengaku bahwa infokus tersebut milik sekolah mereka. "Kami baru tahu kalau itu milik sekolah. Informasinya, oknum tersebut mengambil infokus dari sekolah setiap kali mau nobar. Setahu kami, inventaris atau peralatan dinas tidak bisa digunakan secara sembarangan seperti ini," bebernya.
Warga berharap adanya perhatian serius dari Penjabat Wali Kota Ambon, Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon, dan Kepala Sekolah atas tindakan oknum tersebut. "Kami berharap ada perhatian serius, sebab jika dibiarkan seperti ini, maka menurut kami berbahaya," tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon, Ferdinandus Tasso, yang dikonfirmasi, mengaku belum mengetahui hal tersebut. Namun, ia mengatakan bahwa pihaknya akan segera melakukan pengusutan. "Saya (Kadis-red) belum tahu soal ini (penggunaan inventaris sekolah di luar jam dinas), tapi kita akan telusuri benar atau tidak setelah itu baru kita sampaikan. Kita belum bisa berbuat apa-apa karena belum menerima laporan. Yang pasti akan kami tindak lanjuti informasi ini," singkat Kadis.(TIM)

