Notification

×

Iklan



Iklan



Kekerasan Terhadap Siswa oleh Oknum Guru di SMA Negeri 20 Maluku Tengah Mencuat ke Publik

Selasa, 27 Februari 2024 | Februari 27, 2024 WIB | 0 Views Last Updated 2024-02-28T01:50:45Z
Depan Gapura SMA Negeri 20 Maluku Tengah 


Malteng,iNew Utama.com – Kasus dugaan kekerasan yang menimpa lima siswa kelas 3 di SMA Negeri 20 Maluku Tengah, Pasanea, telah menggugah perhatian publik setelah dilaporkannya peristiwa tersebut ke Polsek Pasanea Seram Utara Barat oleh orang tua korban. Kelima siswa, yaitu Evandra Rumahsoreng, Rasya Salaputta, Jidan Salaputta, Arisawitno Taguiha, dan Samsul Bahri Romuar, diduga kuat menjadi korban kekerasan fisik dan verbal yang dilakukan oleh oknum guru, Kahar Salaputta, pada 26 Februari 2024.

Kahar Salaputta, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pengurus MUI Kecamatan Seram Utara Barat dan diketahui memiliki sejarah sebagai mantan residivis kasus penganiayaan tahun 2019, dituduh telah melakukan penganiayaan dengan memukul dan menampar para korban. Selain itu, ia juga dituding mengeluarkan kata-kata kasar yang merendahkan martabat siswa dan orang tua mereka, sebuah perilaku yang tidak sepatutnya ditunjukkan oleh seorang pendidik.

Kejadian ini terungkap setelah orang tua siswa berinisiatif berbicara kepada media, memilih untuk anonim demi keamanan dan privasi. Mereka menuntut agar kasus ini ditangani secara serius dan pelaku diadili sesuai dengan hukum yang berlaku, menunjukkan ketidakpuasan mereka terhadap perilaku oknum guru tersebut.

Merespons kejadian ini, orang tua siswa juga telah meminta intervensi dari Kepala Dinas Pendidikan Provinsi serta Komisi Nasional Perlindungan Perempuan dan Anak, mengingat bukan kali pertama Kahar Salaputta melakukan tindakan kekerasan terhadap siswa. Masyarakat sekitar dan netizen luas turut prihatin dan mendesak agar lembaga terkait segera mengambil tindakan tegas terhadap pelaku, sekaligus memperkuat pengawasan dan pendidikan karakter bagi guru-guru agar kejadian serupa tidak terulang.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi sistem pendidikan di Indonesia tentang pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan kondusif bagi semua siswa. Perlunya pendidikan karakter dan etika profesional bagi guru-guru menjadi sorotan, untuk memastikan bahwa mereka mampu menjadi teladan yang baik dan tidak menyalahgunakan wewenang mereka.(***

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update