JAKARTA, iNews Utama com - Tiga pasangan calon presiden dan calon wakil presiden menyampaikan janji mereka dalam acara Penguatan Antikorupsi untuk Penyelenggaraan Negara Berintegritas (PAKU Integritas) yang diselenggarakan oleh KPK. Anies Baswedan, Prabowo Subianto, Gibran Rakabuming Raka, dan Ganjar Pranowo menawarkan berbagai upaya untuk pemberantasan korupsi di Indonesia, mulai dari revisi UU KPK, RUU Perampasan Aset, hingga pembuktian terbalik terkait harta pejabat negara.
Peneliti Pusat Kajian Antikorupsi Universitas Gadjah Mada, Zaenur Rohman, menilai gagasan yang disampaikan ketiganya cukup baik, terutama terkait penguatan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) sebagai instrumen pencegahan korupsi. Namun, ia menyayangkan ketidakadaan langkah konkret untuk memberikan sanksi pada pejabat yang tidak patuh terhadap LHKPN.
Meskipun Anies, Prabowo, dan Ganjar menawarkan strategi yang berbeda, mereka memiliki kesamaan dalam upaya pencegahan dan penindakan korupsi. Anies menonjolkan revisi UU KPK dan RUU Perampasan Aset, Prabowo fokus pada peningkatan kualitas hidup penyelenggara negara, sementara Ganjar menekankan pengesahan RUU Perampasan Aset dan penjeblosan koruptor ke Nusakambangan.
Pengamat Politik Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA), Herry Mendrofa, menilai strategi ketiganya kurang memperhatikan pendidikan antikorupsi. Herry menyoroti pentingnya pendidikan politik dan seleksi terhadap pejabat negara sebagai strategi unggul dalam pemberantasan korupsi.
Meskipun para paslon hanya memberikan janji-janji, Zaenur Rohman meminta agar masyarakat menekan para calon untuk merealisasikan janji tersebut. Herry Mendrofa juga menekankan perlunya pendidikan antikorupsi di partai politik, seleksi terhadap pejabat negara, transparansi pendanaan parpol, dan penolakan terhadap politik dinasti.
Sementara para paslon menawarkan janji-janji pemberantasan korupsi, keduanya juga diberikan tanggung jawab untuk mendorong parpol pengusung untuk segera mengesahkan RUU yang mendukung pemberantasan korupsi sebelum terpilih menjadi presiden. Masyarakat diminta menggunakan akal dan menagih janji-janji yang diberikan para paslon pada Pemilu 2024.(NET/SP)

