Notification

×

Iklan



Iklan



Hendra Lapandewa Dukung Pengawasan Bws Maluku Di Sungai Wae Tomu, Keselamatan Warga Dan Lingkungan Harus Diutamakan

Rabu, 04 November 2026 | November 04, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-11-05T06:20:17Z

 

AMBON,iNewsUtama.com – Ketua LSM Pergerakan Mahasiswa Kabupaten Buru, Hendra Lapandewa, menyatakan dukungan penuh terhadap komitmen Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku dalam melakukan pengawasan dan penataan pembangunan di kawasan Sungai Wae Tomu, Kota Ambon.


Hendra menilai, langkah pengawasan yang dilakukan BWS Maluku merupakan bagian penting dalam memastikan seluruh aktivitas pembangunan di kawasan sungai berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan keselamatan masyarakat.


Menurutnya, pengawasan terhadap kawasan sungai tidak boleh dianggap sebagai upaya menghambat pembangunan. Sebaliknya, pengawasan justru menjadi instrumen penting agar pembangunan berlangsung tertib, terarah, dan tidak menimbulkan persoalan lingkungan maupun ancaman bencana di kemudian hari.


"Menurut kami, apa yang dilakukan BWS Maluku sudah sejalan dengan fungsi pengawasan dan ketentuan regulasi yang berlaku. Penataan kawasan sungai harus mempertimbangkan aspek lingkungan, terutama potensi dampak yang dapat terjadi ketika debit air meningkat dan banjir melanda," ujar Hendra Lapandewa.


Ia menjelaskan, sungai memiliki fungsi vital sebagai jalur aliran air sehingga setiap aktivitas pembangunan di kawasan bantaran harus memperhatikan kapasitas aliran sungai, kondisi lingkungan, serta keselamatan masyarakat yang bermukim di sekitarnya.


Hendra mengingatkan, persoalan banjir tidak boleh hanya menjadi perhatian ketika bencana telah terjadi. Upaya pencegahan melalui pengawasan, penataan, dan pengendalian aktivitas pembangunan harus dilakukan sejak dini untuk meminimalkan risiko bencana.


Menurutnya, pembangunan yang mengabaikan fungsi sungai dan dampak lingkungan berpotensi menimbulkan berbagai persoalan, mulai dari kerusakan ekosistem, ancaman terhadap permukiman warga, kerusakan fasilitas umum, hingga membahayakan keselamatan masyarakat.


Karena itu, Hendra berharap BWS Maluku tetap konsisten menjalankan fungsi pengawasan secara profesional, objektif, dan berlandaskan aturan yang berlaku. Ia juga mengingatkan agar pelaksanaan pengawasan tidak mudah dipengaruhi kepentingan tertentu yang berpotensi mengesampingkan ketentuan penataan kawasan sungai.


Selain itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memahami bahwa kepatuhan terhadap regulasi bukanlah penghalang pembangunan. Justru, aturan menjadi pedoman agar setiap pembangunan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan dan kepentingan publik.


"Jangan sampai kita baru menyadari pentingnya fungsi sungai setelah terjadi banjir dan kerugian besar. Karena itu, pengawasan harus tetap dilakukan. Kepentingan masyarakat dan keselamatan lingkungan harus menjadi pertimbangan utama," tegasnya.


Di akhir pernyataannya, Hendra kembali menegaskan dukungannya terhadap langkah BWS Maluku dalam mengawal penataan kawasan Sungai Wae Tomu agar tetap memperhatikan ketentuan hukum, fungsi sungai, serta keberlanjutan lingkungan.


Ia menilai, keberhasilan pembangunan tidak semata-mata diukur dari perubahan fisik suatu kawasan, tetapi juga dari sejauh mana pembangunan tersebut mampu memberikan rasa aman, melindungi masyarakat, menjaga lingkungan, dan mengantisipasi risiko bencana pada masa mendatang.


"Pembangunan harus berjalan, tetapi keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan tidak boleh dikorbankan," tutup Hendra.

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update