Notification

×

Iklan



Iklan



HUT ke-81 RI, Kementerian PU Tegaskan Pembangunan Harus Beri Manfaat Nyata bagi Rakyat

Senin, 17 Agustus 2026 | Agustus 17, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-17T13:39:34Z

 



Ambon, iNewsUtama.com — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum bagi Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk kembali menegaskan komitmennya menghadirkan pembangunan yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.


Pesan tersebut disampaikan Menteri Pekerjaan Umum RI Dody Hanggodo dalam amanat yang dibacakan Plt. Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku, Muh. Ulwan Talaohu, pada upacara HUT ke-81 RI di Lapangan Upacara BPJN Maluku, Senin (17/8/2026).


Dalam amanatnya, Dody menekankan bahwa ukuran keberhasilan pekerjaan umum bukan semata-mata selesainya sebuah proyek, melainkan sejauh mana pembangunan tersebut mampu memudahkan kehidupan masyarakat.


“Bagi kita di Kementerian Pekerjaan Umum, ukuran keberhasilan itu sederhana: apakah pekerjaan kita sudah benar-benar memudahkan kehidupan rakyat?”


Dody juga mengajak seluruh peserta upacara mendoakan masyarakat Nusa Tenggara Timur yang terdampak gempa bumi dua hari sebelumnya. Ia berharap masyarakat terdampak diberikan keselamatan, kekuatan dan ketabahan, serta segera memperoleh bantuan dan pemulihan.


Menurutnya, kemerdekaan yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945 harus terus diisi melalui kerja nyata agar masyarakat dapat hidup merdeka, bermartabat dan memiliki masa depan yang lebih baik.


Pada momentum HUT ke-81 RI, Presiden Prabowo Subianto memberikan empat pedoman penting, yakni menjalankan UUD 1945, menjaga kepentingan utama bangsa, mengatasi kesulitan rakyat secepat mungkin, serta bekerja untuk rakyat.

Pedoman tersebut, kata Dody, harus menjadi landasan seluruh jajaran Kementerian PU dalam menjalankan program pembangunan.


Di bidang sumber daya air, Kementerian PU telah menangani lebih dari 12.700 kilometer jaringan irigasi, membangun sekitar 750.000 hektare jaringan irigasi, mempercepat pembangunan 2.794 jaringan irigasi, serta mendorong penyelesaian 15 bendungan.

Namun, Dody mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan tidak berhenti ketika konstruksi selesai.

“Pekerjaan kita benar-benar selesai ketika air sampai ke sawah dan memberikan manfaat bagi petani,” tegasnya.


Sementara dalam memperkuat konektivitas nasional, Kementerian PU telah menangani lebih dari 1.664 kilometer jalan, melakukan preservasi sekitar 47.603 kilometer jalan, membangun 34 kilometer jalan tol, serta sekitar 1.300 jembatan dan jembatan gantung.

Infrastruktur jalan, lanjut Dody, harus mampu menghubungkan rumah dengan sekolah dan sawah dengan pasar, sekaligus membuka peluang masyarakat untuk berkembang.


“Infrastruktur harus menjadi jalan bagi anak-anak dan cucu kita untuk meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Di sektor pendidikan, pemerintah juga telah menuntaskan 265 sekolah rakyat, merevitalisasi 814 sekolah keagamaan, serta membangun 222 satuan pendidikan. Pembangunan dan peningkatan infrastruktur permukiman serta fasilitas umum juga terus dilakukan untuk memastikan masyarakat memperoleh kehidupan yang layak.


Dody menegaskan, arti penting pekerjaan umum semakin terlihat ketika bencana terjadi. Ketika jalan terputus, distribusi air terganggu, sekolah tidak dapat digunakan atau masyarakat kehilangan tempat tinggal, negara dituntut hadir memberikan solusi.

“Rakyat membutuhkan negara yang hadir dan bekerja,” katanya.

Karena itu, jajaran Kementerian PU diminta mampu membuka kembali akses jalan, menyiapkan infrastruktur agar sekolah dapat kembali digunakan, memenuhi kebutuhan dasar, serta membantu masyarakat memulihkan kehidupan setelah bencana.


Dody juga menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi dan investasi bukan tujuan akhir pembangunan. Tujuan akhirnya adalah meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Untuk itu, penggunaan anggaran harus dilakukan secara jujur, efisien dan terukur. Setiap rupiah anggaran harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.


Pemborosan dan kebocoran anggaran, kata dia, harus dicegah sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan. Perencanaan harus tepat dan aset yang telah dibangun harus benar-benar dapat dimanfaatkan.

“Yang kita cari bukan proyek yang paling besar, tetapi manfaat yang paling besar bagi rakyat,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri PU turut mengingatkan pentingnya integritas bagi seluruh jajaran. Jabatan, menurutnya, bukanlah hak istimewa, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan.




Integritas diwujudkan dengan menjaga uang rakyat, menjaga mutu pekerjaan, tidak menyalahgunakan kewenangan dan tidak mengambil sesuatu yang bukan menjadi hak.


“Kita harus bekerja cepat, tetapi tidak boleh mengorbankan mutu. Kita harus mencari jalan keluar, tetapi tidak boleh mengambil jalan pintas yang melanggar aturan,” pesannya.

Ia juga meminta birokrasi Kementerian PU menjadi bagian dari solusi bagi masyarakat.“Birokrasi Kementerian Pekerjaan Umum harus membantu menyelesaikan masalah rakyat, bukan menambah masalah rakyat,” ujarnya.


Pada momentum HUT ke-81 RI, Dody menyampaikan apresiasi kepada seluruh ASN dan jajaran Kementerian PU atas dedikasi serta pengabdian yang telah diberikan. Penghargaan juga disampaikan kepada para pensiunan Kementerian PU yang telah mengabdikan tenaga, pikiran dan waktu bagi pembangunan pekerjaan umum di Indonesia.


Selain amanat Menteri PU, rangkaian upacara di BPJN Maluku juga diisi dengan penyematan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada jajaran yang memenuhi ketentuan.

Berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 109/TK/Tahun 2025 yang ditetapkan di Jakarta pada 9 Oktober 2025 dan ditandatangani Presiden Prabowo Subianto, terdapat empat penerima Satyalancana Karya Satya 20 Tahun dan 66 penerima Satyalancana Karya Satya 10 Tahun.


Penganugerahan tersebut menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian dan loyalitas aparatur dalam menjalankan tugas negara.

Mengakhiri amanatnya, Dody mengajak seluruh jajaran Kementerian PU mengisi kemerdekaan dengan kerja yang benar, berintegritas dan berpihak pada kepentingan rakyat.


“Tugas kita hari ini adalah memastikan Republik itu tidak hanya berdiri, tetapi terus hadir untuk rakyat,” pungkasnya.

Ia berharap semangat kemerdekaan terus memperkuat persatuan bangsa sekaligus menjadi landasan bagi seluruh jajaran Kementerian PU dalam memberikan pengabdian terbaik untuk Indonesia.(Ia.A)

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update