Notification

×

Iklan



Iklan



Pimpinan HMI Sejajaran Unidar Ambon mendesak Aparat Kepolisian agar mempercepat penangkapan Pelaku penikanam Mahasiswa FEBIS Unpatti

Sabtu, 28 Februari 2026 | Februari 28, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-01T07:22:05Z

Ambon,iNewsUtama.com--Merespons tragedi penikaman terhadap salah satu mahasiswa Universitas Pattimura pada Jumat 27 Februari 2026 yang terjadi di  Kampus Universitas Pattimura khususnya disekitaran Fakultas Ekonomi & Bisnis menjadi tugas penting bagi aparat penegak hukum. Sebab, urgensi penegakan hukum bukan sekadar masalah moralitas, melainkan kebutuhan sistemik untuk menjaga stabilitas sosial.

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sejajaran Universitas Darussalam Ambon juga turut mendesak aparat kepolisian agar segera mempercepat prosesi penangkapan pelaku penikaman terhadap saudara korban, yakni Datu H. Letsoin. 

Peristiwa yang bermula saat agenda Rapat Kerja Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Ekonomi & Bisnis  Universitas Pattimura yang terjadi hari kemarin hingga hari ini belum ada kejelasan yang konkrit dari aparat kepolisian. Menurut salah satu pimpinan HMI Sejajaran Unidar Ambon, yakni Handiwin Tuheitu “Keterlambatan aparat kepolisian dalam menangkap pelaku penikaman justru akan memperlebar masalah, memicu ketegangan antar kelompok yang bertikai, serta mengurangi kepercayaan publik terhadap aparat kepolisian. Kami mendesak agar ada keterangan resmi dari aparat kepolisan, terhitung sejak berita ini dirilis. tambahan.

Selain itu, Ripal Pattimahu yang juga merupakan salah satu pimpinan HMI Sejajaran Unidar Ambon ikut menambahkan “Kampus dan mahasiswa adalah simbol persemaian gagasan. Ketika seorang mahasiswa ditikam, yang terluka bukan hanya fisik korban, melainkan rasa aman seluruh civitas akademika. Polisi harus menyadari bahwa lambatnya penangkapan adalah pembiaran terhadap teror mental bagi dunia pendidikan.”

Kemudian, Intan Tomia yang juga merupakan salah satu pimpinan HMI Sejajaran Unidar Ambon, menurutnya, “Kecepatan aparat adalah kunci untuk meredam potensi eskalasi massa. Kami mengimbau kepolisian untuk bekerja secara transparan dan berbasis data. Jangan biarkan asumsi liar berkembang di ruang publik karena ketiadaan progres yang nyata.” pungkasnya.

Senada dengan itu, Fitrah Tanassy & Sintia sari yang keduanya juga merupakan pimpinan HMI Sejajaran Unidar Ambon mempertegas  "Bahwa HMI Sejajaran Unidar Ambon menuntut tindakan nyata, bukan sekadar retorika prosedural. 

Kami berdiri pada prinsip bahwa keamanan mahasiswa adalah bagian dari ketahanan nasional. Oleh karena itu, penangkapan pelaku dalam waktu singkat adalah harga mati bagi profesionalisme Polri.". Sebab, Jika sistem gagal merespons dengan cepat pada kasus yang menyita perhatian publik, maka seluruh rantai keadilan dari kepolisian hingga pengadilan akan dipandang lemah secara sistemik.

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update