Ambon,iNewsUtama.com--- Balai Wilayah Sungai Maluku ( BWS ) angkat bicara bicara sekaligus klarifikasi isu miring terkait pemberitaan beberapa media online di Ambon adanya pekerjaan irigasi sariputih yang di duga bermasalah,
Melalui satuan kerja ( satker) wilayah IV, BWS Maluku menegaskan bahwah pekerjaan saluran irigasi sariputih yang saat ini berlangsung bukan merupakan pekerjaan BWS, pekerjaan yang saat ini berlangsung menggunakan anggaran APBD tahun 2025,
" Kerusakan saluran irigasi sariputih saat ini suda di tanangi , artinya pekerjaan sementara berjalan , tegas satker kepada wartawan inews utama di Ambon Selasa 10/2/2026.
Satker juga membantah tudingan sejumlah LSM yang melakukan aksi demo di depan kantor balai wilayah sungai Maluku ( BWS), yang menyebutkan bahwa proyek irigasi sariputih senilai Rp,18 miliiar tersebut bermasalah, faktanya di lapangan masih menunjukkan adanya progres pekerjaan Masi berlangsung dalam tahap perbaikan.
Ia menilai bahwa aksi demontrasi yang di lakukan oleh sejumlah LSM di depan kantor BWS Maluku di nilai keliru dan salah tempat, karena pekerjaan irigasi sariputih yang saat ini berlangsung bukan di kerjakan oleh Balai wilayah sungai.
" Aksi boleh tapi harus di sertai dengan data yang akurat, karna pekerjaan proyek irigasi sariputih senilai Rp 18 miliiar itu bukan pekerjaan BWS, ujarnya.
Lebih lanjut ia menilai bahwa pemberitaan yang mengaitkan proyek irigasi sariputih yang di duga bermasalah dengan pihaknya terkesanembangun asumsi liar dan menggiring opini tanpa dasar yang jelas.
" Kalu ada bukti bahwa pekerjaan itu bermasalah silakan lapor kepada pihak yang berwenang, jangan bangun narasi atau opini yang menyesatkan masyarakat", tegasnya.
Satker menegaskan bahwa tidak ada pekerjaan proyek irigasi sariputih yang bermasalah pada tahun anggaran 2025, pihaknya juga menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di depan umum, namum tudingan harus di sampaikan secara objektif dan berbasis data.
" Kalu ada yang bermasalah, sampaikan secara terbuka dengan data, jangan asal fitnah," ujarnya.
Menanggapi tudingan adanya potensi korupsi dalam pelaksanaan proyek, satker menampik keras hal tersebut, ia memastikan seluruh proses pekerjaan yang saat ini berlangsung di laksanakan secara transparan dan akuntabel, serta melibatkan berbagi pemangku kepentingan, termasuk aparat penegak hukum.
Menurutnya seluruh tahapan proyek telah di rencanakan dan di awasi secara ketat sehingga pekerjaan berjalan sesuai rencana.
Balai wilayah sungai Maluku berharap, masyarakat tidak muda terpengaruh pada isu provokatif atau opini yang menyesesatkan yang berpotensi menimbulkan keresahan.
Harapanya masyarakat tidak termakan isu- isu yang tidak benar, jangan sampai persoalan ini di politisasi atau di manfaatkan untuk kepentingan pribadi, tutupnya.(RS--iNUT)

