Ambon,iNewsUtama.com--Pemerintah Kota Ambon terus memperkuat sektor ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya. Hal ini ditegaskan Kepala Dinas Pariwisata Kota Ambon, Christian Tukloy, saat menghadiri Festival Seni dan Musik serta Pameran UMKM “Gala Beat Fest” yang digelar di Ruang Terbuka Publik (RTP) Desa Galala, Sabtu (31/01/2026).
Dalam sambutannya, Tukloy menyampaikan permohonan maaf Wali Kota Ambon, Drs. Bodewin M. Wattimena, M.Si, yang tidak dapat hadir karena agenda pemerintahan bersama Gubernur Maluku serta sejumlah kegiatan pelayanan jemaat yang berlangsung serentak.
Ia memberikan apresiasi khusus kepada komunitas Baronda Musik Maluku (BMM) yang baru diluncurkan pada 4 Desember 2025, namun telah mampu menyelenggarakan event besar yang menggabungkan seni, musik, dan UMKM.
“Ini luar biasa. Komunitas yang baru lahir, tapi sudah menunjukkan kualitas dan keberanian membuat event seperti ini. Pemerintah Kota Ambon siap memfasilitasi pembentukan yayasan dan penguatan ekosistem musisi lokal,” katanya.
Tukloy menjelaskan, Gala Beat Fest direncanakan tidak hanya digelar di Galala, tetapi akan diperluas ke empat kecamatan lainnya, sehingga dalam satu tahun Ambon memiliki kalender event musik yang konsisten.
Menurutnya, ruang ekspresi menjadi kunci lahirnya talenta-talenta baru.
“Musisi hebat tidak lahir tanpa ruang. Event seperti inilah yang menjadi media mengukur kualitas dan melahirkan talenta muda Ambon yang bisa bersaing di tingkat nasional,” tegasnya.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa kegiatan ini tidak hanya soal pertunjukan seni, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi kreatif, dengan keterlibatan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi rakyat.
“Ini bukan hanya panggung musik. Ini komunitas ekonomi. Ada pelaku UMKM, ada kreativitas, ada perputaran ekonomi. Inilah wajah ekonomi kreatif Ambon,” ungkapnya.
Tukloy juga mengungkapkan kebanggaannya atas capaian Kota Ambon yang baru saja ditetapkan sebagai bagian dari 48 event musik nasional dalam kalender Karisma Event Nusantara (KEN) bersama Ambon Music Office dan Kementerian Pariwisata.
“Ini peluang besar. Dampaknya bukan hanya promosi, tapi juga dukungan pendanaan dan peningkatan kunjungan wisata,” katanya.
Ia menegaskan, pemanfaatan ruang publik akan terus dibuka seluas-luasnya bagi komunitas seni dan kreatif, termasuk kolaborasi lintas komunitas musik di Maluku.
Menutup sambutan Wali Kota yang dibacakannya, Tukloy menyampaikan bahwa seni dan budaya merupakan identitas masyarakat Ambon yang harus dirawat bersama.
“Melalui musik dan seni, kita membangun ingatan kolektif, persahabatan lintas generasi, serta menyampaikan pesan damai. Kegiatan seperti Gala Beat Fest sangat penting untuk masa depan ekonomi dan budaya Kota Ambon,” pungkasnya. (Team)

