Ambon,iNewsUtama.com-- Ketua LSM Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan Maluku (AMPEL), Kuba Boinaur, mengapresiasi kinerja Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku, khususnya Satuan Kerja (Satker) Wilayah II, atas upaya percepatan pembangunan infrastruktur jalan di sejumlah wilayah terpencil di Provinsi Maluku, termasuk Kecamatan Kilmuri, Kabupaten Seram Bagian Timur.
Menurut Kuba, BPJN Maluku di bawah koordinasi Satker Wilayah II terus menunjukkan komitmen dalam membuka akses jalan hingga ke daerah pelosok. Salah satunya melalui penggusuran dan pembukaan ruas jalan dari Air Nanang menuju Kecamatan Kilmuri.
Ia menjelaskan, Kilmuri merupakan kawasan tertinggal, terluar, dan terdalam (3T) yang selama ini sangat membutuhkan akses transportasi darat untuk mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi.
“Kami sangat berterima kasih kepada BPJN Maluku karena merespons cepat keluhan masyarakat. Dulu kami sering menyuarakan kebutuhan akses jalan, dan sekarang sudah dibuktikan langsung melalui pekerjaan di lapangan. Ini patut diapresiasi,” ujar Kuba.
Selain itu, BPJN melalui Satker Wilayah II juga telah melakukan penggusuran ruas jalan dari Desa Manggis menuju Desa Kamar sebagai bagian dari peningkatan konektivitas antarwilayah. Upaya tersebut dinilai sebagai wujud nyata perhatian pemerintah terhadap pembangunan infrastruktur di kawasan 3T.
Kuba menambahkan, kinerja BPJN Maluku juga terlihat dari penanganan 12 titik longsor di ruas jalan Waipia Saleman yang telah rampung dikerjakan. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjaga kelancaran akses transportasi di 11 kabupaten/kota di Maluku.
Ia juga menilai kepemimpinan Kepala BPJN Maluku, Dr. Ir. Yana Astuti, bersikap proaktif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah Kilmuri.
“Kami mendukung dan mendorong BPJN Maluku agar percepatan pembangunan ruas jalan Air Nanang menuju Kecamatan Kilmuri bisa segera dituntaskan,” tambahnya.
Masyarakat Kilmuri berharap proses pembukaan dan peningkatan ruas jalan tersebut dapat segera selesai sehingga mereka dapat menikmati akses transportasi yang lebih mudah menuju ibu kota kabupaten maupun daerah lainnya.

