Jakarta,iNewsutama.com--Vatikan mengungkapkan bahwa kondisi Paus Fransiskus semakin kritis pada Minggu (23/2). Hasil pemeriksaan darah menunjukkan pemimpin spiritual umat Katolik sedunia itu mengalami gagal ginjal awal. Meskipun demikian, Paus tetap waspada, responsif, dan menghadiri misa.
Dikutip dari AP, Senin (24/2), Vatikan menyatakan bahwa Paus Fransiskus tidak lagi mengalami krisis pernapasan sejak Sabtu (22/2) malam. Namun, ia tetap menerima tambahan aliran oksigen dalam jumlah tinggi. Pemeriksaan darah lebih lanjut menunjukkan adanya tanda-tanda gagal ginjal awal yang ringan, tetapi dokter menyebut kondisinya masih terkendali.
"Kompleksitas gambaran klinis dan penantian yang diperlukan agar terapi obat memberikan sejumlah dampak balik menentukan bahwa prognosisnya tetap terjaga," ujar dokter yang menangani Paus Fransiskus.
Doa terus dipanjatkan oleh umat Katolik di seluruh dunia untuk kesembuhan Paus Fransiskus. Mulai dari Argentina, kampung halaman Paus, hingga Mesir dan Roma, berbagai komunitas umat Katolik memanjatkan doa bersama.
Di New York, Kardinal Timothy Dolan menyatakan bahwa umat Katolik bersatu dalam doa bagi kesehatan Paus Fransiskus. "Karena Bapa Suci Paus Fransiskus dalam kondisi kesehatan yang sangat rapuh, bahkan sangat dekat dengan kematian," ujarnya saat memimpin misa di Katedral St. Patrick. Ia pun berharap agar kesehatan Paus segera membaik.
Sementara itu, Paus Fransiskus seharusnya memimpin misa pada Minggu (23/2) pagi di Basilika St. Peter dan menahbiskan diakon sebagai bagian dari peringatan Tahun Suci yang berlangsung selama satu tahun penuh. Namun, karena kondisinya, misa dipimpin oleh Uskup Agung Rino Fisichella yang juga memanjatkan doa khusus untuk Paus Fransiskus sebelum menyampaikan khotbah yang telah disiapkan oleh pontif asal Argentina itu.
"Meskipun dia berada di tempat tidur rumah sakit, kami merasakan Paus Fransiskus dekat dengan kita. Kami merasakan kehadirannya di tengah-tengah kami," kata Fisichella.
Dalam pesan yang telah disiapkan untuk misa Minggu, Paus Fransiskus menyatakan bahwa dirinya masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Gemelli dan membutuhkan waktu untuk beristirahat sebagai bagian dari proses penyembuhan. Dalam pesan tersebut, ia juga meminta doa dari umat Katolik dan menyinggung peringatan invasi Rusia ke Ukraina, yang disebutnya sebagai "peristiwa yang menyakitkan dan memalukan bagi kemanusiaan".
Selain umat Katolik, doa juga datang dari berbagai pemimpin agama dan komunitas lain. Di Argentina, umat Katolik memanjatkan doa khusus di Katedral Buenos Aires. Di Kairo, imam besar Al-Azhar, Syekh Ahmed al-Tayeb, juga turut mendoakan kesembuhan Paus Fransiskus.
"Saya berdoa kepada Allah agar saudara saya, Paus Fransiskus, dapat segera pulih dan diberkati dengan kesehatan serta kesejahteraan yang baik sehingga dia bisa melanjutkan perjalanannya melayani kemanusiaan," tulis Syekh Ahmed di akun Facebook resminya.
Komunitas Yahudi Amerika turut menyampaikan solidaritas mereka. "Kami bersama saudara-saudari Katolik selama masa yang penuh tantangan ini," ujar komunitas itu melalui platform X.
Di Roma, anak-anak sekolah membanjiri Rumah Sakit Gemelli dengan kartu ucapan cepat sembuh, sementara para uskup Italia memimpin doa Rosario dan menggelar misa khusus di seluruh negeri. Seluruh dunia terus memanjatkan doa dan harapan agar Paus Fransiskus segera pulih dari kondisi kritis yang tengah dialaminya.(NET)





