Ambon, iNewsutama.com – Penjabat Gubernur Maluku, Sadali Ie, secara resmi melantik Ketua dan pengurus Majelis Pengurus Wilayah (MPW) Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Provinsi Maluku masa bakti 2025–2030. Acara ini berlangsung di Hotel Santika, Kota Ambon, dengan tema “Maluku Outlook 2025: Menata Jalan Menuju Maluku yang Maju, Adil, dan Sejahtera Menyongsong Indonesia Emas 2045.”
Hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Maluku terpilih, Hendrik Lewerissa, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya. Dalam sambutannya, Sadali Ie menyampaikan ucapan selamat kepada pengurus baru ICMI Maluku dan berharap mereka dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.
“Semoga pengurus yang baru dilantik ini dapat berkontribusi nyata bagi masyarakat Maluku,” ujar Sadali Ie. Ia juga mengapresiasi tema yang diusung, yang menurutnya relevan dengan visi pembangunan nasional dan cita-cita menuju Indonesia Emas 2045 di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Sadali menyoroti potensi besar Maluku dalam sumber daya alam dan budaya yang dapat mendorong kemajuan dan kesejahteraan. Meski demikian, ia mengakui bahwa berbagai tantangan masih menjadi penghalang pembangunan di daerah tersebut.
“Kehadiran ICMI Maluku sebagai mitra strategis pemerintah diharapkan mampu memberikan solusi atas berbagai tantangan ini. Sebagai organisasi yang mewadahi cendekiawan Muslim, ICMI memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi pelopor pembangunan berbasis ilmu pengetahuan, inovasi, dan nilai-nilai keislaman,” tambahnya.
Gubernur Maluku terpilih, Hendrik Lewerissa, juga menekankan pentingnya peran ICMI dalam pembangunan daerah. Ia berharap melalui pelantikan dan Silaturahmi Wilayah (Silatwil) ini, ICMI dapat memberikan kontribusi maksimal bagi pembangunan Maluku.
“Tema kegiatan ini mencerminkan semangat untuk menjadikan Maluku sebagai bagian integral dari visi besar Indonesia Emas 2045. Perjalanan menuju visi tersebut memerlukan komitmen, kerja sama, dan strategi yang matang,” ujar Lewerissa.
Ia juga menyoroti potensi besar Maluku, termasuk kekayaan alam seperti hasil laut, pariwisata bahari, dan keberagaman budaya. Menurutnya, sejarah panjang Maluku sebagai “The Spice Island” telah menjadikan daerah ini memiliki posisi strategis secara global.
“Rempah-rempah Maluku, seperti cengkeh dan pala, telah dikenal dunia sejak ribuan tahun lalu. Bahkan, dalam catatan sejarah, cengkeh dari Maluku telah digunakan oleh masyarakat Mesopotamia sejak 170 SM,” katanya.
Ketua MPW ICMI Maluku, Dr. Ruslan H.S. Tawari, dalam sambutannya menyampaikan bahwa ICMI harus mampu menginspirasi dan bertransformasi untuk membangun Maluku ke arah yang lebih baik.
“Sinergi dan kolaborasi antara ICMI Maluku, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci penting untuk pembangunan daerah ini,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa pengelolaan sumber daya perikanan, seperti yang dicanangkan oleh Gubernur Maluku terpilih, akan didukung penuh oleh ICMI.
“Prinsipnya, kami akan bekerja sama dengan semua pihak untuk memanfaatkan potensi sumber daya alam demi kesejahteraan masyarakat Maluku,” pungkas Tawari.
Acara pelantikan ini diharapkan menjadi momentum penting bagi ICMI Maluku untuk berkontribusi lebih besar dalam mewujudkan masyarakat yang adil, sejahtera, dan berdaya saing, sejalan dengan visi besar Indonesia Emas 2045.(IT)

