Ambon,iNews Utama.com - Sebuah kejadian nahas terjadi di Jalan Ir. M. Putuhena, Desa Poka, Kecamatan Teluk Ambon, dimana enam unit bangunan termasuk rumah dan tempat usaha ludes terbakar akibat ledakan tabung gas, Rabu (13/3/24). Insiden yang terjadi sekitar pukul 16.20 WIT ini juga menyebabkan seorang korban mengalami luka bakar dan lima unit sepeda motor hangus terbakar.
Peristiwa ini bermula dari sebuah ledakan tabung gas milik penjual gorengan, Ahmad Rian Afriendi, yang berusia 24 tahun. Ledakan tersebut tidak hanya merusak lokasi usahanya, tetapi juga menjalar ke bangunan-bangunan lain yang berdekatan, termasuk rumah milik Ida Ekmon Lopulisa, rumah permanen milik Hasan Kubagaun, toko parfum, warung bakso, warung nasi goreng, dan sebuah bengkel.
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Kota Ambon dan Pulau-pulau Lease, Ipda Janete Luhukay, mengungkapkan bahwa penyelidikan awal menunjukkan bahwa ledakan tersebut diduga kuat berasal dari tabung gas minyak yang digunakan oleh penjual gorengan. “Ini mengakibatkan kerugian materil yang cukup besar dan menyebabkan satu orang luka-luka,” ujar Janete.
Salah satu saksi mata, Burhan, menjelaskan bahwa dia melihat korban berusaha memadamkan api yang membakar tubuhnya dengan berlari ke tengah jalan. Warga sekitar kemudian bergegas membantu memadamkan api dan segera membawa korban ke RSUP Leimena untuk mendapatkan perawatan.
Sementara itu, Roy Pattiruhu, seorang mekanik di bengkel yang terdampak, menceritakan momen ketika ledakan terjadi. “Tiba-tiba ada suara ledakan keras dan serpihan tabung gas menembus dinding bengkel yang sudah terbakar,” kata Roy. Dia bersama rekan-rekannya segera berusaha menyelamatkan apa yang bisa diselamatkan dari bengkel yang mulai dilalap api.
Personil Polsek Teluk Ambon, dipimpin oleh Aipda Ferdinandua, tiba di lokasi kejadian tidak lama setelah ledakan dan langsung mengamankan area sambil membantu upaya pemadaman. Tim pemadam kebakaran Kota Ambon yang datang dengan enam unit mobil pemadam kebakaran berhasil memadamkan api pada pukul 16.55 WIT.
Kejadian ini menjadi peringatan keras tentang pentingnya keselamatan dalam penggunaan tabung gas dan peralatan berbahan bakar lainnya, terutama di lingkungan padat penduduk dan area komersial.(SLP)

