Notification

×

Iklan



Iklan



HMI Cabang Ambon Sorot Proyek Waitomu Kodam: Keselamatan Warga Jangan Dikorbankan Demi Estetika Pembangunan

Rabu, 04 November 2026 | November 04, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-11-05T06:28:19Z



Ambon,iNewsUtama.com--Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ambon menyampaikan perhatian serius terhadap pelaksanaan Proyek Waitomu Kodam di Kota Ambon. Organisasi mahasiswa tersebut mengingatkan agar pembangunan infrastruktur tidak hanya berorientasi pada penataan wajah kota dan keindahan visual, tetapi juga harus mengutamakan keselamatan, keamanan, serta kepentingan masyarakat.


Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan dan Pemuda (PTKP) HMI Cabang Ambon, Handiwin Tuheitu, yang menilai bahwa setiap pelaksanaan proyek pembangunan harus memperhatikan aspek keselamatan publik, kelayakan konstruksi, dampak lingkungan, serta aksesibilitas masyarakat di sekitar lokasi pekerjaan.


Menurut Handiwin, pembangunan infrastruktur pada dasarnya merupakan bagian penting dari upaya pengembangan dan penataan kota. Namun, pembangunan tidak boleh mengabaikan potensi risiko yang dapat berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.


"Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar pelengkap dalam pelaksanaan proyek," tegas Handiwin dalam pernyataan sikapnya.


Ia menegaskan, proyek pembangunan yang bertujuan memberikan manfaat bagi masyarakat harus dilaksanakan berdasarkan standar teknis dan ketentuan keselamatan yang berlaku. Karena itu, seluruh pihak yang terlibat, baik pelaksana proyek maupun instansi pemerintah terkait, harus memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan sesuai ketentuan.


HMI Cabang Ambon juga mengingatkan bahwa keberhasilan sebuah proyek tidak semata-mata diukur dari hasil akhir berupa keindahan bangunan atau perubahan tampilan kawasan. Lebih dari itu, pembangunan harus mampu memberikan rasa aman, kenyamanan, dan perlindungan bagi masyarakat.


*Transparansi dan Evaluasi Proyek Jadi Sorotan


Dalam pernyataan sikap tersebut, HMI Cabang Ambon turut menyoroti pentingnya keterbukaan informasi mengenai perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan Proyek Waitomu Kodam.


Menurut Handiwin, transparansi merupakan bagian penting dari tanggung jawab publik agar masyarakat dapat mengetahui bagaimana sebuah proyek direncanakan dan dilaksanakan, termasuk bagaimana potensi risiko keselamatan diantisipasi.


Ia meminta agar evaluasi terhadap potensi risiko proyek dilakukan secara serius dan terbuka, sehingga setiap kemungkinan yang dapat membahayakan masyarakat dapat diidentifikasi serta ditangani sejak dini.


HMI juga menegaskan bahwa pemerintah dan pihak terkait tidak boleh mengabaikan keluhan maupun kekhawatiran masyarakat yang berada di sekitar lokasi pembangunan.


Lima Tuntutan HMI Cabang Ambon

Sebagai bentuk tanggung jawab moral dan fungsi kontrol sosial, HMI Cabang Ambon menyampaikan lima tuntutan kepada pihak pelaksana proyek dan instansi terkait, yakni:


*Mendesak pihak pelaksana proyek dan instansi terkait memastikan seluruh standar keselamatan konstruksi diterapkan secara maksimal.


*Meminta keterbukaan informasi mengenai perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan Proyek Waitomu Kodam.


*Mendesak dilakukannya evaluasi menyeluruh terhadap potensi risiko proyek yang dapat mengancam keselamatan masyarakat.


*Meminta pemerintah dan seluruh pihak terkait memastikan tidak ada dampak pembangunan yang merugikan warga sekitar.


*Mendesak adanya tanggung jawab serta langkah konkret apabila ditemukan persoalan teknis maupun pelanggaran terhadap standar keselamatan konstruksi.


Handiwin menambahkan, HMI Cabang Ambon akan terus menjalankan fungsi kontrol sosial melalui kritik yang konstruktif, objektif, dan bertanggung jawab. Baginya, mahasiswa memiliki tanggung jawab intelektual dan moral untuk menyuarakan berbagai persoalan yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat luas.


Ia menegaskan, sikap kritis tersebut bukan dimaksudkan untuk menghambat pembangunan, melainkan memastikan agar setiap proses pembangunan benar-benar memberikan manfaat dan tidak menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat.


*Pembangunan Harus Mengutamakan Keselamatan Manusia


HMI Cabang Ambon mengingatkan bahwa pembangunan sejati bukan hanya tentang bagaimana sebuah kawasan terlihat lebih indah, modern, dan tertata. Pembangunan harus diukur dari sejauh mana masyarakat memperoleh jaminan keamanan, kenyamanan, serta perlindungan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.


Karena itu, HMI meminta seluruh pihak yang bertanggung jawab terhadap Proyek Waitomu Kodam agar tidak mengesampingkan aspek keselamatan publik dalam setiap tahapan pekerjaan.


"Jangan jadikan estetika sebagai alasan untuk mengabaikan keselamatan. Sebab, pembangunan sejati adalah pembangunan yang memanusiakan manusia," demikian penegasan Handiwin Tuheitu.


Pernyataan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kepentingan masyarakat harus tetap menjadi pertimbangan utama dalam setiap agenda pembangunan di Kota Ambon

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update