×

Iklan



Iklan



Muhammad Gorium Resmi Jabat Karateker KNPI Maluku, Siap Konsolidasi Menuju Musda

Kamis, 07 Mei 2026 | Mei 07, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-07T07:23:17Z

 


Ambon,iNewsUtama.com--Dinamika kepemudaan di tubuh DPD KNPI Maluku memasuki babak baru. Dewan Pengurus Pusat (DPP) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) di bawah kepemimpinan Putri Khairunnisa resmi menunjuk Muhammad Gorium sebagai Karateker DPD KNPI Provinsi Maluku untuk menjalankan agenda Musyawarah Daerah (Musda) KNPI Maluku.

Penunjukan tersebut ditandai dengan diterbitkannya Surat Keputusan (SK) DPP KNPI Nomor: KEP 042/DPP KNPI/V/2026 yang ditandatangani langsung oleh Ketua Umum DPP KNPI, Putri Khairunnisa, bersama Sekretaris Jenderal DPP KNPI, Faisal Hamka.

Penyerahan SK dilakukan langsung oleh Sekjen DPP KNPI Faisal Hamka kepada Muhammad Gorium pada Selasa (6/5/2026).

Penunjukan Muhammad Gorium disebut menjadi langkah awal restrukturisasi menyeluruh terhadap DPD KNPI Maluku setelah melewati periode stagnasi dan disintegrasi internal organisasi.

“Karateker bukan jabatan simbolik, tetapi mandat serius untuk memulihkan marwah organisasi DPD KNPI Maluku saat ini,” ujar Muhammad Gorium.

Ia menegaskan, tugas utama yang diemban adalah memimpin konsolidasi internal sekaligus menyiapkan pelaksanaan Musda KNPI Maluku secara demokratis dan inklusif.

“Kami ditugaskan memimpin konsolidasi dan menyiapkan Musda DPD KNPI Maluku ke depan demi tercapainya tujuan utama DPP KNPI, yakni terbentuknya seluruh Ketua DPC di 11 kabupaten/kota di Maluku,” ungkapnya.

Menurut Gorium, KNPI tidak boleh menjadi ruang ego sektoral yang justru memperlemah persatuan pemuda di daerah.

“KNPI tak boleh jadi ajang ego sektoral. Saatnya merajut ulang kebersamaan DPD KNPI Maluku agar lebih baik ke depannya,” tegasnya.

Menanggapi amanah tersebut, Muhammad Gorium menyatakan siap menjalankan kepercayaan yang diberikan DPP KNPI di bawah kepemimpinan Putri Khairunnisa.

Ia menilai posisi karateker merupakan tanggung jawab strategis dalam memulihkan kepercayaan pemuda Maluku terhadap organisasi KNPI.

“Langkah awal adalah konsolidasi menyeluruh, menjangkau seluruh elemen, menghapus sekat, dan membangun komunikasi intensif dengan OKP, tokoh pemuda, serta senior KNPI se-Maluku,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa Musda KNPI Maluku kali ini bukan sekadar agenda formal organisasi, melainkan momentum penting untuk menyatukan kembali seluruh elemen kepemudaan.

“Musda KNPI Maluku kali ini bukan sekadar agenda formal. Ini momentum penyatuan. Semua harus dilibatkan sejak awal demi kemajuan KNPI di Maluku,” ujarnya.

Lebih lanjut, Gorium menyebut pihaknya segera menyusun peta jalan menuju Musda, mulai dari konsolidasi organisasi kepemudaan (OKP), koordinasi lintas kabupaten/kota, hingga penguatan legitimasi internal KNPI Maluku.

“Musda harus demokratis, akuntabel, dan representatif. Tidak boleh ada yang ditinggalkan hanya untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu,” tegasnya.

Menurutnya, KNPI Maluku saat ini berada pada titik krisis akibat persoalan legitimasi, fragmentasi organisasi, serta minimnya partisipasi pemuda dalam isu-isu strategis daerah.

Namun demikian, DPP KNPI disebut melihat momentum ini sebagai peluang kebangkitan organisasi kepemudaan, baik di tingkat nasional maupun daerah.

“Pemuda bukan pelengkap, tetapi penggerak. KNPI harus hadir dalam kerja nyata, seperti edukasi politik sehat, menjadi mitra kritis pemerintah, dan ruang inovasi sosial,” kata Gorium.

Sementara itu, Salim Rumakefing menyatakan optimisme terhadap kepemimpinan Muhammad Gorium sebagai Karateker KNPI Maluku.

“KNPI Maluku saat ini membutuhkan pemimpin muda yang berani, tulus, dan visioner. Saya percaya di bawah kepemimpinan Muhammad Gorium, ia mampu merajut kembali simpul-simpul kebersamaan yang sempat terlepas,” ujarnya.

Selain fokus pada pelaksanaan Musda, Muhammad Gorium juga menegaskan KNPI Maluku akan turut mengawal jalannya pemerintahan Provinsi Maluku di bawah kepemimpinan Hendrik Lewerissa.

“Kami ditugaskan melaksanakan musyawarah, tetapi juga berkepentingan mengawal berbagai persoalan sosial maupun politik di Maluku saat ini,” pungkasnya.

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update