Ambon.iNewsUtama.com--Pemerintah Provinsi Maluku memfasilitasi pertemuan antara masyarakat Negeri Hitu Meseng dan Negeri Morella sebagai upaya mendorong rekonsiliasi serta menciptakan perdamaian demi menjaga kerukunan dan stabilitas di tengah masyarakat.
Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, di Ambon, Kamis, menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk segera menangani dampak kerusakan akibat konflik yang terjadi sekaligus mendorong terciptanya perdamaian permanen antara kedua negeri tersebut.
“Peristiwa itu tentu sangat kita sesalkan. Namun kerusakan yang ditimbulkan akan segera ditanggulangi oleh Pemerintah Provinsi Maluku bersama Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah. Dalam waktu dekat kita akan memperbaiki rumah-rumah warga yang rusak,” kata Lewerissa dalam pertemuan rekonsiliasi yang berlangsung di Ambon.
Pertemuan tersebut dihadiri anggota DPRD Provinsi Maluku, juru bicara pemerintah provinsi, Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Maluku, Direktur Pembinaan Masyarakat Polda Maluku, perwakilan Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah, Kapolsek Leihitu yang diwakili, Raja Hitu Meseng bersama perwakilan masyarakat, Raja Negeri Morela, para tokoh masyarakat, serta Raja Hitu Lama.
Dalam suasana dialog yang berlangsung penuh kekeluargaan, seluruh pihak menyampaikan harapan agar situasi damai segera terwujud sehingga masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman dan tenteram.
Perwakilan masyarakat Negeri Hitu Meseng juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah atas upaya yang dilakukan untuk memfasilitasi pertemuan rekonsiliasi tersebut.
Sementara itu, perwakilan masyarakat Negeri Morela menilai pembangunan kembali rumah warga yang terdampak konflik menjadi salah satu langkah penting untuk memperkuat proses perdamaian di antara kedua negeri.
Berkaitan dengan hal tersebut, Gubernur menekankan pentingnya peran para raja dan tokoh masyarakat di masing-masing negeri dalam menjaga situasi kondusif serta mengantisipasi potensi konflik susulan yang dapat mengganggu proses rekonsiliasi.
Menurutnya, pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten akan segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki rumah warga yang rusak serta memulihkan kondisi sosial masyarakat.
Selain itu, ia juga berharap berbagai tindakan yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat, seperti pemblokiran jalan di sejumlah ruas, dapat segera dihentikan seiring dengan komitmen bersama untuk membangun perdamaian.
“Kita berharap perdamaian dapat segera terwujud secara permanen. Peristiwa yang terjadi kita sesalkan, namun itu sudah berlalu. Mari kita menatap hari esok dengan semangat baru, dengan saling menghormati, saling menghargai, mematuhi aturan hukum, serta mempercayakan proses hukum kepada aparat yang berwenang,” ujarnya.
Ia berharap pertemuan tersebut menjadi langkah awal dalam memperkuat rekonsiliasi dan memulihkan hubungan persaudaraan antara masyarakat Negeri Hitu Meseng dan Negeri Morela sehingga stabilitas keamanan dan kedamaian di wilayah Maluku dapat terus terjaga.(RS-SLP)

