Notification

×

Iklan



Iklan



ASDP Ambon Siagakan 11 Kapal Hadapi Arus Mudik Lebaran 2026

Selasa, 10 Maret 2026 | Maret 10, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-10T13:50:34Z



Ambon,iNut.com--General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ambon memastikan kesiapan armada dan pelabuhan dalam menghadapi arus mudik Lebaran 2026. Hal tersebut disampaikan dalam wawancara yang berlangsung di ruang kerjanya, Selasa (10/03/2026).

Ia menjelaskan, ASDP Cabang Ambon mengelola dua segmen penyeberangan dengan empat pelabuhan utama, yakni Pelabuhan Galala yang berpasangan dengan Pelabuhan Namlea, serta Pelabuhan Hunimua yang berpasangan dengan Pelabuhan Waipirit.

Untuk mendukung pelayanan penyeberangan, ASDP menyiapkan total 11 kapal. Tiga kapal di antaranya beroperasi di wilayah Maluku Tenggara, seperti lintasan Tual–Tayando serta Tual–Dobo yang dikenal cukup padat. Sementara delapan kapal lainnya melayani wilayah Pulau Ambon, Pulau Seram, dan Pulau Buru.

Beberapa kapal yang beroperasi antara lain KMP Danau Rana di lintasan Namlea–Masarete serta KMP Layu Samandar yang melayani rute Hunimua–Waipirit menuju Kota Masohi.

Menurutnya, salah satu lintasan yang selalu ramai adalah Hunimua–Waipirit karena menghubungkan Pulau Ambon dengan Pulau Seram yang memiliki jumlah penduduk cukup besar dari tiga kabupaten. Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, ASDP menyiagakan empat kapal di lintasan tersebut, ditambah dua kapal dari perusahaan swasta.

Dalam kondisi normal, lintasan Hunimua–Waipirit melayani sekitar 13 trip per hari. Namun saat arus mudik Lebaran jumlah perjalanan dapat meningkat hingga 17 trip per hari. Waktu tunggu kapal di pelabuhan juga dipercepat dari biasanya 1,5 hingga 2 jam menjadi sekitar 1 jam, bahkan pada jam tertentu dipersingkat hingga 45 menit untuk memperlancar arus penumpang.

Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada H-3 dan H-2 Lebaran. Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, ASDP juga merencanakan uji coba operasional kapal selama 24 jam pada salah satu armada di lintasan Hunimua–Waipirit.

Langkah ini dilakukan berdasarkan evaluasi pelayanan saat Natal dan Tahun Baru sebelumnya yang berjalan lancar tanpa penumpukan penumpang. “Kami bersyukur saat Natal dan Tahun Baru lalu arus penumpang dapat terlayani dengan baik, sehingga penumpang datang langsung bisa naik kapal karena setiap satu jam selalu ada kapal yang beroperasi,” ujarnya.

Selain itu, ASDP juga mendukung program mudik gratis melalui kerja sama dengan pihak Angkasa Pura yang dikelola oleh event organizer (EO). Program tersebut diharapkan memudahkan masyarakat dalam melakukan pendaftaran sekaligus pengaturan tiket perjalanan.

Dalam kesempatan tersebut, pihak ASDP juga mengingatkan masyarakat untuk tetap memperhatikan keselamatan selama perjalanan. Prinsip pelayanan yang diterapkan adalah 3S, yakni Safety, Service, dan Security.

Ia juga mengimbau penumpang agar tidak merokok di ruang penumpang, khususnya di kelas ekonomi, karena berpotensi memicu kebakaran di kapal.

Selain itu, masyarakat diminta memahami kemungkinan adanya penundaan keberangkatan apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan. Mengingat wilayah Maluku saat ini masih berada pada masa pancaroba, keputusan penundaan pelayaran dapat dilakukan demi keselamatan penumpang.

“Kami berharap masyarakat dapat memahami apabila terjadi penundaan karena faktor cuaca. Keselamatan adalah prioritas utama, dan kapal akan diberangkatkan jika kondisi cuaca dinyatakan aman,” jelasnya.

Ia pun berharap arus mudik Lebaran tahun ini dapat berjalan lancar dan aman, dengan dukungan kondisi cuaca yang baik serta kerja sama semua pihak. (INews)

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update