Ambon, iNewsUtama.com – Kesabaran masyarakat Negeri Wakal, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, terhadap pemerintah mulai habis. Pasalnya, jembatan penghubung Taeno–Wakal yang ambruk sejak Juni 2025 hingga kini tak kunjung diperbaiki, bahkan sudah menelan korban jiwa.
Warga menilai Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku maupun Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Maluku tutup mata terhadap kondisi darurat tersebut.
“Beberapa hari lalu sudah ada kecelakaan sampai menelan korban jiwa, tapi mereka (pemerintah) tetap diam dan tidak ada tindak lanjut pembangunan. Kalau begini terus, pemerintah harus bertanggung jawab,” tegas warga Negeri Wakal, kepada iNewsUtama, Kamis (28/8/2025).
Warga menekankan, pemerintah seharusnya segera membangun jembatan permanen atau setidaknya jembatan sementara jenis bailey agar masyarakat tidak lagi terancam. “Ini bukan soal kenyamanan lagi, tapi soal nyawa. Jangan sampai ada korban berikutnya baru pemerintah bergerak,” ujarnya.
Menurutnya, jembatan darurat yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat hanya menjadi solusi sementara. Warga bahkan harus mengumpulkan dana, meminjam ekskavator, hingga membeli bahan bakar sendiri untuk menanam tiang jembatan darurat. “Kami sudah berusaha semampu kami, tapi tetap saja ini tidak cukup aman,”
Masyarakat berharap pemerintah segera mengambil langkah cepat agar akses transportasi dapat kembali normal dan aman.
Sebagaimana diketahui, hujan deras disertai angin kencang pada 21–22 Juni 2025 lalu menyebabkan jembatan kayu penghubung Dusun Taeno, Kecamatan Teluk Ambon, dengan Negeri Wakal nyaris ambruk. Sejak itu, jembatan tak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat sehingga akses masyarakat terputus total.(SLP)


